Dakwah dan Perubahan Sosial

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone
Guru Besar dan Wakil Rektor Bidang Kerjasama Prof Dr Murodi MA

Guru Besar dan Wakil Rektor Bidang Kerjasama Prof Dr Murodi MA

Oleh : Prof. Dr. Murodi, MA

Dakwah dalam konteks ini hanya sibuk berkutat di wilayah pinggir dari sebuah sistem kepribadian dan sosial. Ia tidak mampu memberikan perubahan sosial secara mendasar. Perubahan yang tampak boleh jadi lebih bersifat superficial alias dangkal. Kedua, kesenjangan yang disebabkan oleh tiadanya kerangka keilmuan tentang dakwah yang mampu memberikan penjelasan tentang kenyataan dakwah Islam yang berarti merupakan kesenjangan antara teori dan praktik (realitas).

Untuk kesenjangan yang terakhir ini, sebetulnya sudah banyak upaya yang dilakukan untuk mencari-cari rumusan mengenai struktur bangunan keilmuan dakwah. Apalagi seiring dengan menguatnya tuntutan perubahan zaman dan tuntutan profesionalitas dalam dunia komunikasi massa, sehingga mendorong perlunya rumusan epistemologis yang dapat dioperasionalkan secara langsung dalam mengatasi berbagai permasalahan kontemporer.

Dibukanya lembaga-lembaga pendidikan perguruan tinggi seperti Fakultas Dakwah STAIN/IAIN/UIN, yang secara akademis mengajarkan dakwah melalui pendekatan yang lebih ilmiah, diketahui telah berhasil menemukan objek (material atau formal), sistem, teori, metodologi, sub-sub disiplin, dan fungsi keilmuan dakwah. Di samping itu, buku-buku yang membahas tentang dakwah, baik berupa buku ajar, jurnal, atau sejenisnya sudah sangat banyak dipublikasikan.

Persoalannya tidak berhenti sampai di situ, melainkan dalam praktiknya rumusan-rumusan itu sering kali menghadapi persoalan ketika hendak dioperasionalkan. Apakah itu disebabkan oleh sistem dakwah itu sendiri yang kurang applicable atau disebabkan oleh ketidakmampuan umat muslim untuk menterjemahkan rumusan-rumusan tersebut dalam perilaku sehari-hari.

Dalam kondisi itulah, diperlukan rumusan dakwah Islam yang strategis lagi taktis, sehingga dapat mengatasi persoalan kebuntuan terhadap dakwah Islam. Di samping itu, agar dapat melahirkan rumusan-rumusan dakwah Islam yang tidak hanya dapat dioperasionalkan dalam kenyataan sehari-hari masyarakat, namun yang terpenting adalah mampu memberikan guidence terhadap terjadinya proses perubahan di masyarakat. Seperti apa rumusan dakwah Islam itu, maka akan dibahas pada bab selanjutnya.

Prof. Dr. Murodi, MA

Guru Besar dan Wakil Rektor Bidang Kerjasama UIN Jakarta

Artikel ini telah dimuat pada harian Tangsel Pos edisi Sabtu-Minggu, 6-7 Februari 2016