Dahlan Iskan Disambut Ribuan Mahasiswa

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

 

Auditorium, BERITA UIN Online – Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menyampaikan kuliah umum di kampus UIN Jakarta, Senin (18/3). Kehadiran mantan bos Jawa Pos Grup itu cukup mendapat perhatian dari ribuan mahasiswa yang memadati gedung Auditorium Prof Dr Harun Nasution, tempat diselenggarakannya kuliah umum.

Selain menyampaikan kuliah umum, Dahlan juga turut menyaksikan penandatanganan Memorandum of Understanding antara UIN Jakarta dan Rakyat Merdeka Grup di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Dahlan tiba di kampus UIN Jakarta sekitar pukul 08.30 dengan mengendarai mobil pribadinya tanpa disertai pengawalan ketat dan protokoler. Ia juga berpenampilan sederhana: mengenakan baju putih lengan panjang yang dipadu celana hitam serta sepatu kets. Setibanya di kampus, Dahlan disambut hangat Rektor Prof Dr Komaruddin Hidayat. Selain Rektor, juga tampak Wakil Walikota Tangerang Selatan Benjamin Davnie, Direktur Utama Rakyat Merdeka Grup Margiono, Dekan Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi Dr Arief Subhan, Ketua Kadin Tangsel Kemal Pasya, dan mantan Dubes RI untuk Yordania Zainulbahar Noor.

Selang beberapa lama, Dahlan langsung menuju Auditorium seraya menyalami beberapa mahasiswa yang sudah lama menanti. Ia tak terlihat canggung untuk menyapa mereka, bahkan sesekali berhenti untuk sekadar mengajak ngobrol.

Dahlan mengaku terkesan berada di kampus UIN Jakarta. Ia juga menyatakan bahwa sebagai alumnus (meskipun tidak tamat) IAIN Sunan Ampel Cabang Samarinda, dirinya memiliki ikatan batin dengan UIN Jakarta.

Selama menjadi dosen tamu pada kuliah umum bertema “Membangun Kewirausahaan Mahasiswa Menuju Kemandirian Bangsa” yang digelar Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi itu, Dahlan tampil bergaya rileks sambil berdiri. Ia lebih banyak bercerita mengenai perkembangan ekonomi Indonesia dan pengalaman pribadinya selama menjabat Direktur Utama PT PLN (Persero) dan Menteri BUMN. Bahkan pria kelahiran Magetan, Jawa Timur, 17 Agustus 1951 itu juga sempat menyinggung soal penyakit “sakit hati” yang dideritanya sebelum diangkat menjadi Dirut PLN oleh Presiden SBY menggantikan Fahmi Mochtar.

Menurut Dahlan, perekonomian Indonesia di masa mendatang optimis akan melaju dengan baik. Hal itu dimungkinkan karena antara perkembangan ekonomi dan politik sudah berjalan masing-masing. “Tak ada hubungan antara ekonomi dan politik karena sekarang ini masing-masing sudah berjalan sendiri-sendiri,” ungkapnya.

Menyinggung permintaan Presiden SBY untuk menjadi Dirut PLN, Dahlan menyatakan sebenarnya tak ingin menjadi Dirut PLN. Sebab, ia baru saja sembuh dari sakit kanker hati sehabis cangkok hati di China. Namun, setelah berkonsultasi ke dokter yang merawatnya, dan diberitahu dirinya sehat dan bahkan dapat melakukan pekerjaan seberat apa pun. “Akhirnya barulah jabatan (Dirut PLN) itu saya terima,” tutur Dahlan.

Setelah resmi menjadi Dirut PLN, Dahlan sempat bilang ke Presiden SBY bahwa dirinya rela bekerja tanpa digaji serta tanpa mendapat fasilitas apa pun, termasuk mobil dan rumah dinas. “Saya tak mau cari uang. Diberi umur panjang saja sudah senang,” ungkap Dahlan yang disampaikannya kepada Presiden.

Dahlan juga menyatakan bahwa di akhir hidupnya ia ingin kembali ke kampung halaman untuk mengelola pesantren. “Ayah saya punya pesantren dan saya nanti ingin mengurusi pesantren saja,” katanya. (ns)