CTLD Gelar “The Civics Core Trainer Workshop”

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

 



classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id=ieooui>

Gedung Depsos, UINJKT Online – Center for Teaching-Learning Development atau CTLD UIN Jakarta bekerja sama dengan The Asia Foundation menggelar workshop tentang pendidikan kewargaan (civic education) di gedung Pusdiklat Departemen Sosial, Jakarta. Workshop yang berlangsung sejak 8 hingga 12 September 2008 ini diikuti oleh 20 orang, 15 di antaranya perwakilan dari lima provinsi, yakni Sumatera Utara, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah,  Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan.

Pengurus CTLD Tanendji MA menjelaskan, tujuan kegiatan tak lain untuk mensosialisasikan modul 6 dan 7 tentang pelaksanaan buku ajar Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) bagi para core trainer di daerah. Setelah itu, mereka dapat meneruskannya kepada para guru PKn di sekolah, khususnya tingkat SMP/Madrasah Tsanawiyah (MTs). “Modul 6 dan 7 PKn ini merupakan hasil revisi sebelumnya. Workshop sekarang kita ingin mendapatkan masukan dari para core trainer. Setelah itu, buku baru akan kita cetak,” ujarnya.

Modul 6 dan 7 adalah  modul pembelajaan PKn yang menjadi acuan para guru PKn di SMP/MTs untuk menggunakan berbagai model pembelajaran aktif. Kedua buku modul itu adalah modul 6 berjudul Pembelajaran Pendidikan Kecakapan Hidup dan Modul 7 berjudul Penilaian Perkembangan Kecakapan Hidup Siswa-Siswi. Modul ini disusun dalam rangka mengembangkan kompetensi kewarganegaraan yang mengintegrasikan keca-kapan hidup (life skill) sesuai konsep dan prinsip standar proses. (ns)





CTLD Gelar “The Civics Core Trainer Workshop”

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

 



classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id=ieooui>

Gedung Depsos, UINJKT Online – Center for Teaching-Learning Development atau CTLD UIN Jakarta bekerja sama dengan The Asia Foundation menggelar workshop tentang pendidikan kewargaan (civic education) di gedung Pusdiklat Departemen Sosial, Jakarta. Workshop yang berlangsung sejak 8 hingga 12 September 2008 ini diikuti oleh 20 orang, 15 di antaranya perwakilan dari lima provinsi, yakni Sumatera Utara, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah,  Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan.

Pengurus CTLD Tanendji MA menjelaskan, tujuan kegiatan tak lain untuk mensosialisasikan modul 6 dan 7 tentang pelaksanaan buku ajar Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) bagi para core trainer di daerah. Setelah itu, mereka dapat meneruskannya kepada para guru PKn di sekolah, khususnya tingkat SMP/Madrasah Tsanawiyah (MTs). “Modul 6 dan 7 PKn ini merupakan hasil revisi sebelumnya. Workshop sekarang kita ingin mendapatkan masukan dari para core trainer. Setelah itu, buku baru akan kita cetak,” ujarnya.

Modul 6 dan 7 adalah  modul pembelajaan PKn yang menjadi acuan para guru PKn di SMP/MTs untuk menggunakan berbagai model pembelajaran aktif. Kedua buku modul itu adalah modul 6 berjudul Pembelajaran Pendidikan Kecakapan Hidup dan Modul 7 berjudul Penilaian Perkembangan Kecakapan Hidup Siswa-Siswi. Modul ini disusun dalam rangka mengembangkan kompetensi kewarganegaraan yang mengintegrasikan keca-kapan hidup (life skill) sesuai konsep dan prinsip standar proses. (ns)