Diorama, BERITA UIN Online—Pusat Kajian dan Layanan Mahasiswa Berkebutuhan Khusus (Center for Student with Special Needs) UIN Jakarta menyelenggarakan kegiatan yang mengusung tema Pelatihan Pendidikan Inklusif Untuk Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan. Bertempat di Ruang Diorama dan Uni Club Auditorium Utama Harun Nasution, Selasa (10/07).

Acara tersebut, dibuka secara resmi oleh Rektor UIN Jakarta Prof Dr Dede Rosyada MA. Dalam sambutannya, rektor kembali menegaskan kesiapan kampus menjadi universitas inklusif, dengan memberikan kesempatan yang sama bagi penyandang disabilitas.

“Ini sejalan dengan tujuan kegiatan ini, yaitu memberikan pemahaman dan penguatan kapasitas dosen dan tenaga kependidikan di lingkungan UIN Jakarta berkenaan dengan layanan Pendidikan berkualitas bagi Mahasiswa Penyandang Disabilitas,” ujar rektor.

Masiih di tempat yang sama, rektor juga memberikan apresiasi yang tinggi kepada LPM dan CSSN yang telah bekerjasama dalam menyelenggarakan pelatihan ini, dalam upaya mewujudkan UIN Jakarta sebagai kampus inklusif.

“Apalagi CSSN UIN Jakarta telah tergabung dengan konsorsium perguruan tinggi Eropa dalam berbagai kegiatan yang secara khusus ditargetkan kepada mahasiswa penyandang disabilitas,” pukas rektor yang kemudian membuka acara tersebut.

Hal senada, disampaikan oleh Arief Subhan selaku Kepala CSSN UIN Jakarta, dirinya menegaskan bahwa CSSN akan terus berupaya mengkampanyekan hak-hak penyandang disabilitas.

Acara yang diikuti sedikitnya 200 orang dosen dan tenaga kependidikan dari berbagai fakultas di UIN Jakarta tersebut, menghadirkan beberapa narasumber, di antaranya Yenni Rosa Damayanti (Yayasan Jiwa Sehat), Taufik Effendi MEd (M TESOL),  Dr Arief Subhan MA (Dekan FIDK sekaligus Kepala CSSN), Siti Nurul Azkiyah PhD (CSSN), Dr Siti Napsiyah Ariefuzzaman MSW (CSSN), Dr. Yunita Faela Nisa, dan Yudhi Munadi MA.

Dalam pemaparannya, Yenni Rosa Damayanti menegaskan memang universitas harus menjalankan mandat Undang-Undang agar memiliki unit layanan khusus bagi mahasiswa disabilitas. Narasumber yang juga penyandang disabilitas, seperti Taufik Effendi Med menyebutkan, bahwa memang seharusnya UIN Jakarta memiliki lembaga yang secara khusus memberikan layanan kepada mahasiswa disabilitas.

Dari pantauan BERITA UIN Online di lokasi acara, tampak peserta sangat antusias menyimak dan berpartisipasi aktif dalam pelatihan. Materi pelatihan meliputi penjelasan mengenai pemahaman dasar mengenai pentingnya pendidikan inklusif di Perguruan Tinggi, komitmen lembaga layanan mahasiswa berkebutuhan khusus (CSSN) di UIN Jakarta, pemahaman mengenai jenis disabilitas serta bentuk layanan yang seharusnya diberikan. (lrf)