CSRC, BERITA UIN Online— Center for the Study of Religion (CSRC)  UIN Jakarta menyelenggarakan diskusi umum dengan tema “Mencari Solusi untuk Konflik Sunni dan Syiah di Indonesia” di Ruang Rapat CSRC, Kamis (19/05/2016). Diskusi menghadirkan Usep Abdul Matin Ph.D, Dosen Fakultas Adab dan Humaniora sekaligus alumni Monash University, Australia, sebagai narasumber utama.

Sebagai kelompok teologi, Usep mengutip penelitian disertasinya mengatakan, syiah tidak memiliki wajah yang tunggal. Sebaliknya, syiah lahir dan berkembang dalam sejumlah golongan. “Dan, tidak semua golongan memiliki ajaran yang keras. Golongan keras syiah ternyata mendapat perlawanan dari syiah golongan non-ekstrimis,” katanya.

Sementara itu, tambah Usep, terdapat sejumlah faktor yang menyebabkan terus berlangsungnya ketegangan antara Sunni dan Syiah di dunia Islam. Salah satunya yang cukup dominan adalah perasaan terancam satu pihak oleh yang lain, baik dari sisi pemikiran maupun gerakan.

Di sesi akhir paparannya, Usep merekomendasikan sejumlahlangkah bagi terciptanya harmoni kedua kelompok ini. Diantaranya dengan membangun hubungan berbasis prinsip human to human relationship, membangun kurikulum yang mampu mendorong persepsi positif terhadap minoritas, dan redesain kurikulum dokrin agama yang tidak sektarian.

Irfan Abubakar, Direktur CSRC mengungkapkan, mengatakan hubungan Sunni dan Syiah perlu terus dikaji mengingat rentannya konflik antara keduabelah pihak. Irfan mengingatkan, dampak konflik tersebut sangat besar seperti berlangsung di sejumlah kawasan Timur Tengah sekarang. Laporan Risa Dwi Ratnasari)

Share This