Cincin Nabi Muhammad SAW Dipamerkan di UIN Jakarta

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Auditorium Prof Dr Harun Nasution, BERITA UIN Online–Selain Alquran, banyak hal yang menjadi bukti historis kenabian Nabi Muhammad SAW. Salah satunya adalah cincin Nabi Muhammad SAW yang biasa digunakan untuk stempel surat-menyurat kepada raja-raja nonmuslim.

Inilah salah satu kemukjizatan Nabi Muhammad SAW. Apapun yang melekat pada beliau sampai kini  masih terawat dengan apik.

Menurut Anas bin Malik, cincin Rasulullah SAW terbuat dari perak sedangkan permatanya dari Abessina (Habsyi). Selanjutnya, ukiran yang tertera di cincin Rasulullah SAW adalah “Muhammad” satu baris ,”Rasul” satu baris, dan “Allah” satu baris”.

Untuk mempublikasikan hal tersebut, Fethullah Gulen Chair UIN Jakarta memamerkan cincin Rasulullah SAW yang sudah berumur ribuan tahun itu  pada acara Turkish Day di Auditorium Prof Dr Harun Nasution, Kamis (12/4).

Menurut Hilmi Aydin (2005) dalam bukunya “The Sacred Trusts“, cincin Rasulullah SAW itu kini berada di Istana Topkapi (Topkapi Palace), atau dalam bahasa Turkinya Topkapi Sarayi Istanbul.

Cincin tersebut semula berada di Madinah. Ketika Sultan Salim menjadi penguasa Turki Usmani, maka cincin tersebut dipindahkan ke Istanbul. “Ini sebagai simbol kejayaan Islam,”ujarnya.

Para mahasiswa yang hadir pada acara tersebut banyak yang terpesona dengan cincin Nabi SAW itu. Tidak sedikit diantara mereka yang mengabadikannya dalam bentuk foto di kamera digital mereka.

Selain cincin, dipamerkan pula batu tayammum dan sandal Nabi SAW. Sandal yang sering digunakan Nabi SAW itu terbuat dari kulit. Riwayat yang bersumber dari Qatadah menyebutkan, “Bagaimanakah sandal Rasulullah SAW itu?” Anas menjawab : “Kedua belahnya mempunyai tali qibal.” Tali qibal adalah tali sandal yang bersatu pada bagian mukanya dan terjepit di antara dua jari kaki. (D. Antariksa)