Cegah Banjir, Saluran Air Gedung FISIP Direvitalisasi

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone
Revitalisasi

Petugas Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) dan Konsultan Pengawas PT Panser Karya Utama memperesentasikan rencana revitalisasi saluran air gedung FISIP di hadapan Rektor UIN Jakarta Prof Dr Dede Rosyada MA, Rabu (26/10/2016).

Gedung Rektorat, BERITA UIN Online– Dalam rangka mencegah terjadinya banjir di Kampus 2 UIN Jakarta dan daerah sekitarnya, Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) bekerja sama dengan PT Panser Karya Utama akan merevitalisasi saluran air di depan gedung Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Jakarta.

“Saluran air yang sudah ada sepanjang 40 m yang melintang di depan gedung FISIP akan kita bongkar untuk ditambah kedalamannya 50 cm,” ujar petugas Pemkot Tangsel Ardhi didampingi Konsultan Pengawas PT Panser Karya Utama Yudhi saat menyampaikan rencana tersebut kepada Rektor UIN Jakarta Prof Dr Dede Rosyada MA, Rabu (26/10/2016) di ruang kerja rektor Gedung Rektorat lantai 2.

Melihat kapasitas saluran air yang ada sekarang, lanjut Ardhi, diperkirakan tidak akan mampu menampung frekuensi air yang melimpah di musim hujan ini. Pasalnya, saluran air di Jl Kerta Mukti dari RS Hermina sampai depan gedung FISIP yang masih dalam proses revitalisasi penambahan kedalaman, untuk sementara ditutup.

“Kalau kita tidak tutup, maka proses pengerjaan saluran air di Jl Kerta Mukti bakal memakan waktu lama,” terang Ardhi.

Ardhi menginformasikan bahwa saluran pembuangan dari Rs Hermina ke Jl Ir H Juanda yang bermuara ke Situ Legoso (Situ Kuru) sudah tidak berfungsi dari 2010.

“Dari RS Hermina pembuangan airnya ke Situ Legoso melewati Jl Ir H Juanda itu sudah lama bermasalah. Untuk perbaikannya menjadi wewenang Kementerian Agama, sementara pembuangan depan Gedung FISIP yang bermuara ke Situ Gintung itu wewenang Pemda,” imbuh Ardhi.

Untuk jadwal pengerjaannya, sambungnya, PT Panser Karya Utama akan mengerjakannya pada November mendatang.

Menanggapi hal tersebut, terkait pembuangan yang bermasalah ke Situ Legoso, rektor mengagendakan untuk menyampaikannya kepada Menteri Agama. Sedangkan untuk revitalisasi di gedung FISIP, rektor meminta kepada Kepala Bagian Umum UIN Jakarta untuk menyampaikannya secara resmi kepada pihak FISIP.

“Mohon pengerjaan revitalisasi ini diatur agar tidak menghambat aktifitas di FISIP. Sediakan space agar kendaraan, khususnya mobil bisa lalu lalang,” pinta rektor. (mf)