Cara Menyikapi Tiga Misteri dalam Hidup Manusia

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

DI8W4210Oleh: JM. Muslimin, PhD

“Dengan mengkaji al-Quran, merupakan cara yang paling tepat untuk mendapatkan jawaban atas kegelisahan, permasalahan dan berbagai misteri dalam kehidupan”

Dalam hidup ini, terdapat tiga hal yang hanya diketahui sekaligus merupakan hak prerogatif Allah SWT. Ketiga hal yang misteri tersebut adalah rizki, jodoh, dan ajal.

Pertama, terkait rizki, tugas kita sebagai manusia adalah menyempurnakan ikhtiar untuk mengejar rizki tersebut. Adapun apa yang kita terima diakhir ikhtiar, itulah rizki kita. Jangan sampai mengejar sesuatu (rizki) sampai melupakan kewajiban kita sebagai umat Islam, seperti halnya berpuasa. Sesuatu yang kita kejar terus-menerus tanpa memperhatikan kewajiban sebagai umat islam, maka akan semakin jauh dari kita

Diperlukan adanya keseimbangan antara memenuhi hak duniawi dan ukhrowi. Menjalankan puasa bukan berarti tidak melakukan aktivitas lain seperti bekerja, mengajar, dan kegiatan keseharian lainnya dengan alasan lemas. Sebaliknya, pahala yang didapatkan akan berlipat ganda apabila kedua kewajiban tersebut tetap dilaksanakan dengan penuh keikhlasan.

Sesuatu yang jadi misteri kedua adalah, terkait jodoh/pasangan hidup manusia. Menjadi hal yang lumrah apabila semua orang menginginkan jodohnya yang tampan/cantik, shaleh/shalehah, kaya raya, baik hati, hal lainnya yang membuat kita senang. Akan tetapi, pada kenyataannya, Allah telah mempersiapkan jodoh yang terbaik bagi kita, walau terkadang tidak sesuai dengan apa yang kita impikan. Namun ketahuilah, bahwa  dibalik skenario Allah tersirat hikmah yang akan kita dapatkan.

Sedangkan yang terakhir adalah, terkait dengan kematian atau ajal. Semua makhluk Allah di bumi ini pasti akan menemukan kematian. Sebagaimana termaktub dalam QS. Al-A’raf:34 serta beberapa ayat lainnya.

Secara naluri, manusia menginginkan hidup selama mungkin bahkan bila perlu selamanya, seperti keinginan raja Fir’aun dengan kesombongannya, namun pada akhirnya dia pun menemui ajal. Banyak manusia yang beranggapan sekaligus berkeinginan mati di hari senja, namun kenyataan yang terjadi sebaliknya. Oleh karena itu, rahasia kapan ajal akan menjemput hendaknya kita sikapi dengan senantiasa beriman dan bertakwa kepada Allah SWT.

Dari ketiga hal tersebut, kiranya hanya aspek agama yang dapat memberikan jawaban dan penjelasan kepada kita. Demikian kiranya perlu kita kembali mengkaji agama untuk mendapatkan petunjuk mengenai rizki, jodoh, dan maut. Kita harus mengakui bahwa penjelasan dan rumusan yang ditawarkan ilmu tidak semuanya 100% benar dan sesuai dengan kenyataan.

Terakhir, semoga kita semua senantiasa menjadi hamba-hamba yang senantiasa berpegang pada tali agama Allah, serta ibadah puasa kita diterima-Nya. Amin

Disarikan oleh Luthfy Rijalul Fikri dari Kultum Ramadhan JM. Muslimin, P.hD di Mesjid Al-Jami’ah UIN Jakarta, Kamis 09 Juni 2016.