Capres PIM: Menuju BEM UIN yang Humanis dan Inklusif

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Hall FTIK, UIN Online - Calon Presiden BEM UIN Jakarta dari Partai Intelektual Muslim (PIM) Gada Mugitsha berjanji akan membawa BEM UIN menjadi humanis dan inklusif. Sebab, ia menilai kepengurusan BEM UIN yang lalu dan bahkan sebelumnya tidak seperti yang diharapkan semua kalangan mahasiswa.

“Maksud humanis dan inklusif yang merupakan visi dan misi kami dari Partai Intelektual Muslim (PIM) yaitu humanis, mempunyai rasa kemanusiaan, bersatu untuk menyatukan aspirasi mahasiswa di atas semua golongan, sedangkan inklusif terbuka untuk semua kalangan mahasiswa bukan hanya untuk satu partai saja. Dan bahkan insya Allah jika kami terpilih akan mengubah semua elemen dan tidak ada yang dibeda-bedakan,” ucap Gada saat berorasi di depan masanya di Hall FITK, Selasa (27/4).

Gada yang menggandeng Deby Agustinus Suganda sebagai wakilnya menambahkan, saya ingin BEM UIN ke depan yang is the best dan profesional, sehingga citra UIN di masyarakat menjadi lebih baik lagi. Seperti yang diinginkan rektor dalam program yang dicanangkannya yaitu UIN sebagai ikon kampus riset yang ada di Jakarta.

Disamping itu, lanjut Gada, ia juga akan berperan aktif untuk bangsa dan negara terutama dalam penyelesaian kasus korupsi yang selama ini belum terselesaikan. “Jadi peran aktifnya tidak hanya di internal kampus saja tetapi eksternal juga aktif,” ucapnya.

Saat berkampanye, PIM di dominasi masanya dari perempuan atau istilah PIM akhwat. Sebelum dilakukan orasi visi-misi parpol, Capres-cawapres dan seluruh kader, serta partisipan partai tersebut berputar dengan mengenakan atribut-atribut partai mengelilingi kampus satu, menuju kampus dua, dan kemudian kembali lagi ke kampus satu umtuk  berorasi memaparkan visi-misinya.

Dalam penutupan orasinya, capres dan cawapres langsung menyanyikan yel-yel PIM “Pilih nomor tiga-pilih nomor tiga, yang lain ke laut aja, Allahu Akbar,” ucapnya. [] Hamzah Farihin dan Abdullah Suntani

Capres PIM: Menuju BEM UIN yang Humanis dan Inklusif

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Hall FTIK, UIN Online - Calon Presiden BEM UIN Jakarta dari Partai Intelektual Muslim (PIM) Gada Mugitsha berjanji akan membawa BEM UIN menjadi humanis dan inklusif. Sebab, ia menilai kepengurusan BEM UIN yang lalu dan bahkan sebelumnya tidak seperti yang diharapkan semua kalangan mahasiswa.

“Maksud humanis dan inklusif yang merupakan visi dan misi kami dari Partai Intelektual Muslim (PIM) yaitu humanis, mempunyai rasa kemanusiaan, bersatu untuk menyatukan aspirasi mahasiswa di atas semua golongan, sedangkan inklusif terbuka untuk semua kalangan mahasiswa bukan hanya untuk satu partai saja. Dan bahkan insya Allah jika kami terpilih akan mengubah semua elemen dan tidak ada yang dibeda-bedakan,” ucap Gada saat berorasi di depan masanya di Hall FITK, Selasa (27/4).

Gada yang menggandeng Deby Agustinus Suganda sebagai wakilnya menambahkan, saya ingin BEM UIN ke depan yang is the best dan profesional, sehingga citra UIN di masyarakat menjadi lebih baik lagi. Seperti yang diinginkan rektor dalam program yang dicanangkannya yaitu UIN sebagai ikon kampus riset yang ada di Jakarta.

Disamping itu, lanjut Gada, ia juga akan berperan aktif untuk bangsa dan negara terutama dalam penyelesaian kasus korupsi yang selama ini belum terselesaikan. “Jadi peran aktifnya tidak hanya di internal kampus saja tetapi eksternal juga aktif,” ucapnya.

Saat berkampanye, PIM di dominasi masanya dari perempuan atau istilah PIM akhwat. Sebelum dilakukan orasi visi-misi parpol, Capres-cawapres dan seluruh kader, serta partisipan partai tersebut berputar dengan mengenakan atribut-atribut partai mengelilingi kampus satu, menuju kampus dua, dan kemudian kembali lagi ke kampus satu umtuk  berorasi memaparkan visi-misinya.

Dalam penutupan orasinya, capres dan cawapres langsung menyanyikan yel-yel PIM “Pilih nomor tiga-pilih nomor tiga, yang lain ke laut aja, Allahu Akbar,” ucapnya. [] Hamzah Farihin dan Abdullah Suntani