Calon Peserta Program Sandwich Ikuti Test Wawancara

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Gedung Rektorat, BERITA UIN Online– 19 calon peserta mahasiswa Sandwich Program (program belajar jangka pendek empat bulan) UIN Jakarta mengikuti tahapan test wawancara di Ruang Rapat Pusat Layanan dan Kerjasama Internasional (PLKI), Gedung Rektorat, Selasa (30/6/2015). Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), M Arskal Salim GP PhD dalam hal ini bertindak sebagai penguji para calon peserta program Sandwich UIN Jakarta.

Saat ditemui tim Berita UIN Online, Ketua Pusat Layanan dan Kerjasama Internasional (PLKI) Rachmat Baihaky MA menuturkan, “Kemarin kami telah mengadakan acara pengenalan kampus University of Western Sydney (UWS) kepada para calon peserta. Sedangkan hari ini kami mengadakan test wawancara. Setelah dinyatakan lulus dalam wawancara ini, maka para calon peserta selanjutnya akan mengikuti test IELTS, yang akan dilaksanakan pada hari sabtu 4 Juli 2015.” demikian paparnya.

“Setelah mereka dinyatakan lulus test IELTS, akan diadakan pembekalan selama dua hari 22-23 Juli. Setelah selesai mengikuti tahapan demi tahapan yang ada, peserta akan diberangkatkan menuju UWS pada tanggal 27 Juli dan 31 Juli Peserta sudah mulai mengikuti bangku perkuliahan. Program ini dimaksudkan untuk membuka cakrawala berfikir, wawasan budaya serta pengetahuan para peserta. Selain itu, mereka dapat diproyeksikan untuk mendapatkan kesempatan S2” Tambah Baihaky.

Program ini akan diikuti oleh 8 mahasiswa dari berbagai fakultas yang ada di UIN Jakarta, dan dilaksanakan pada akhir Juli-November 2015. Jumlah peserta yang mengikuti test wawancara sebanyak 19 mahasiswa. Namun hanya 8 mahasiswa yang berhasil lolos test wawancara dan  test IELTS yang dapat diberangkatkan. Oleh karena itu, kompetisi sangat ketat dalam mendapatkan kesempatan belajar di kampus UWS ini.

Senada dengan apa yang dipaparkan Ketua PLKI, saat tim Berita UIN Jakarta menemui Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) M Arskal Salim GP PhD mengatakan “Semua calon peserta program harus siap dan mampu bersaing,  perlu diketahui bahwa test IELTS yang paling menentukan, walaupun wawancara lulus, belum tentu lulus test IELTS, tapi kalau wawancara tidak lulus sementara IELTS lulus, bisa berangkat. Sedangkan skor IELTS yang harus diraih adalah 6.0, lebih ringan dari target standar test masuk UWS. Hal ini berkat kerjasama yang harmonis antara UIN Jakarta dengan pihak UWS,” ujarnya.

Berdasarkan pantauan tim Berita UIN Jakarta di lapangan, data yang tercatat di Pusat Layanan Kerjasama Internasional (PLKI) sebagai pelaksana kegiatan, para calon peserta yang mengikuti kegiatan berasal dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) bertambah menjadi enam orang, Fakultas Sains dan Teknologi (FST) empat orang, Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) dua orang, Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK) tiga orang, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) dan Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) masing-masing satu orang. (Luthfy R. Fikri)