Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (BSA) UIN Jakarta menggelar Kuliah Umum Internasional dengan tema Pengaruh Bahasa Arab Modern Terhadap Berkembangnya Budaya Arab. Acara tersebut dilaksanakan pada, Senin (09/10), bertempat di Ruang Teater Prof Abdul Ghani lt 5 FAH UIN Jakarta.

Teater FAH, Berita UIN Online— Bahasa dan Sastra Arab UIN Jakarta adakan Kuliah Umum Internasional dengan tema Pengaruh Bahasa Arab Modern Terhadap Berkembangnya Budaya Arab pada Senin (09/10) di Teater Prof Abdul Ghani lt 5 FAH UIN Jakarta.
Turut mengundang Sayyid Nazar Bin Majid Ali Sa’id dari Kerajaan ‘Amman, Ali Hasan Al Bahar selaku Dosen BSA UIN Jakarta, Dr TB Ade Asnawi MA, M Husni Thamrin MA selaku Ketua Jurusan BSA UIN Jakarta, Dr M Farhan MA selaku Wakil Dekan 1 Bagian Akademik FAH, Minaturrakhim MA selaku Sekretaris Jurusan BSA UIN Jakarta, dan mahasiswa/i FAH UIN Jakarta.
Menurut Husni, kegiatan ini dihadirkan lebih wajib nya untuk mahasiswa/i jurusan BSA dan Tarjamah UIN Jakarta. “Tujuannya memberi wawasan prihal pengaruh bahasa arab modern terhadap berkembangnya budaya arab. Karena mereka belajar di wilayah itu,” ungkapnya.
Dalam sambutannya, Farhan mengungkapkan ucapan terimakasih nya kepada Sayyid Nazar beserta rombongan dari ‘Amman telah berkenan mengisi Kuliah Umum Internasional di FAH UIN Jakarta. “Ini menjadi kebanggaan kita semua bisa belajar dan bertukar gagasan dengan negara lain untuk mengembangkan Bahasa Arab,” tandasnya.
Pada kesempatan ini, Sayyid Nazar mengungkapkan bahwa Bahasa Arab juga adalah bahasa Ilmu, terutama keilmuan Islam klasik. “Beratus-ratu ribu buku dari berbagai disiplin ilmu warisan nenek moyang kita memakai bahas Arab. Keistimewaan lain bahasa Arab, dibanding bahasa-bahasa dunia lainnya, adanya ikatan kuat dengan agama. Karena kitab suci agama Islam diturunkan dengan bahasa Arab,” jelasnya.
Di waktu yang sama, hasil pantauan tem Berita UIN Online bahwa mahasiswa/i FAH UIN Jakarta sangat antusias mengikuti Kuliah Umum ini. Menurut Fadli Yuliansyah selaku mahasiswa BSA semester 5, kegiatan ini sangat memotivasi mahasiswa/i BSA dan Tarjamah -khususnya- untuk mengembangkan Bahasa Arab di era modern ini dan menjadikan Bahasa Arab adalah bahasa peradaban dan bahasa dunia. “Kalau bisa tidak untuk di gunakan di negara mayoritas muslim saja. Mudah-mudahan,” tambahnya.

Share This