BPI Siap Cetak Konselor Islami

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Elly Afriani

FDK, UINJKT Online — Seirng dengan tuntutan kebutuhan pasar, Jurusan Bimbingan Penyuluhan (BPI) Fakultas Dakwah dan Komunitas (FDK) terus berbenah. Pembenahan dilakukan agar BPI tetap menjadi jurusan alternatif bagi calon peminat yang memilih fakultas agama di UIN Jakarta.

“BPI terus kami promosikan ke sekolah-sekolah untuk menjaring sebanyak mungkin calon mahasiswa,” kata Ketua Jurusan BPI Drs M Lutfi MA kepada UINJKT Online di Gedung FDK, Senin (23/2).

BPI merupakan jurusan yang menyiapkan calon sarjana untuk menjadi konselor atau penyuluh agama, baik di instansi pemerintah dan swasta maupun masyarakat. Jurusan ini mulai dibuka sejak tahun 1992 seiring dengan makin tingginya minat calon mahasiswa terhadap kebutuhan penyuluh agama.

Karena itu, BPI terus berpromosi dan melakukan langkah-langkah antisipatif untuk menghadapi kenaikan jumlah peminat. ”Hingga kini kami masih berpromosi  ke sekolah-sekolah, khususnya madrasah dan pesantren,” kata Luthfi.

Luthfi menambahkan, jumlah mahasiswa BPI saat ini terdapat sekitar 50 orang atau setara dengan satu kelas. Jumlah itu sesuai dengan quota yang ditetapkan panitia penerimaan mahasiswa baru. ”Tetapi jika peminat mencapai lebih dari itu ya bisa kita siapkan,” ujarnya.

BPI Siap Cetak Konselor Islami

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Elly Afriani

FDK, UINJKT Online — Seirng dengan tuntutan kebutuhan pasar, Jurusan Bimbingan Penyuluhan (BPI) Fakultas Dakwah dan Komunitas (FDK) terus berbenah. Pembenahan dilakukan agar BPI tetap menjadi jurusan alternatif bagi calon peminat yang memilih fakultas agama di UIN Jakarta.

“BPI terus kami promosikan ke sekolah-sekolah untuk menjaring sebanyak mungkin calon mahasiswa,” kata Ketua Jurusan BPI Drs M Lutfi MA kepada UINJKT Online di Gedung FDK, Senin (23/2).

BPI merupakan jurusan yang menyiapkan calon sarjana untuk menjadi konselor atau penyuluh agama, baik di instansi pemerintah dan swasta maupun masyarakat. Jurusan ini mulai dibuka sejak tahun 1992 seiring dengan makin tingginya minat calon mahasiswa terhadap kebutuhan penyuluh agama.

Karena itu, BPI terus berpromosi dan melakukan langkah-langkah antisipatif untuk menghadapi kenaikan jumlah peminat. ”Hingga kini kami masih berpromosi  ke sekolah-sekolah, khususnya madrasah dan pesantren,” kata Luthfi.

Luthfi menambahkan, jumlah mahasiswa BPI saat ini terdapat sekitar 50 orang atau setara dengan satu kelas. Jumlah itu sesuai dengan quota yang ditetapkan panitia penerimaan mahasiswa baru. ”Tetapi jika peminat mencapai lebih dari itu ya bisa kita siapkan,” ujarnya.