Bersedekahlah dengan Barang yang Baik

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone



Reporter: Hamzah

Masjid Al Jamiah, UINJKT Online - Salah satu tujuan ibadah kepada Allah SWT, terkait dengan pelaksanaan zakat, infaq, dan sedekah yaitu untuk menebarkan rasa kasih sayang dan cinta. Oleh karenanya, bersedekahlah dengan barang yang baik atau yang dicintai.

Sebab pada dasarnya, memberikan infaq dalam bentuk sesuatu yang buruk itu, sesungguhnya adalah lahir dari rasa keterpaksaan, bukan lahir dari rasa kecintaan,” ujar Iding Rosyidin MSi saat memberikan tausyah pada Khutbah Jumat kepada sivitas akademika di Masjid Al Jamiah, Jumat (12/12).   

Bahkan, lanjut Iding, Allah SWT sangat membenci pada orang-orang yang bersedekah atau berinfaq yang disertai dengan cacian, ejekan, hinaan, mengeluarkan kata-kata kasar dan kotor pada orang yang diberi infaq. Sesuai dengan firman Allah SWT dalam surat Al-Baqarah ayat 263: ”Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan perasaan si penerima.” 

Bersedekah juga bukan semata-mata kewajiban dan ingin mendapat pahala Allah SWT, tapi sedekah tersebut harus didukung perasaan yang membuat penerima sedekah senang melihat pemberi sedekahnya dengan perasaan iklas. Bahkan kalau bisa berbuat sedekah itu harus berlomba-lomba agar mendapat pahala yang besar,” tegasnya.

Iding mencontohkan, para sahabat nabi berlomba-lomba untuk berinfaq dan bersedekah dengan sesuatu yang mereka senangi dan cintai. Utsman bin Affan mengeluarkan infaqnya sebesar 100 ekor unta. Padahal kalau dinominalkan dengan rupiah, maka infaq yang beliau keluarkan kurang lebih dua milyar rupiah,” paparnya. [Nif/Ed]

Bersedekahlah dengan Barang yang Baik

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone



Reporter: Hamzah

Masjid Al Jamiah, UINJKT Online - Salah satu tujuan ibadah kepada Allah SWT, terkait dengan pelaksanaan zakat, infaq, dan sedekah yaitu untuk menebarkan rasa kasih sayang dan cinta. Oleh karenanya, bersedekahlah dengan barang yang baik atau yang dicintai.

Sebab pada dasarnya, memberikan infaq dalam bentuk sesuatu yang buruk itu, sesungguhnya adalah lahir dari rasa keterpaksaan, bukan lahir dari rasa kecintaan,” ujar Iding Rosyidin MSi saat memberikan tausyah pada Khutbah Jumat kepada sivitas akademika di Masjid Al Jamiah, Jumat (12/12).   

Bahkan, lanjut Iding, Allah SWT sangat membenci pada orang-orang yang bersedekah atau berinfaq yang disertai dengan cacian, ejekan, hinaan, mengeluarkan kata-kata kasar dan kotor pada orang yang diberi infaq. Sesuai dengan firman Allah SWT dalam surat Al-Baqarah ayat 263: ”Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan perasaan si penerima.” 

Bersedekah juga bukan semata-mata kewajiban dan ingin mendapat pahala Allah SWT, tapi sedekah tersebut harus didukung perasaan yang membuat penerima sedekah senang melihat pemberi sedekahnya dengan perasaan iklas. Bahkan kalau bisa berbuat sedekah itu harus berlomba-lomba agar mendapat pahala yang besar,” tegasnya.

Iding mencontohkan, para sahabat nabi berlomba-lomba untuk berinfaq dan bersedekah dengan sesuatu yang mereka senangi dan cintai. Utsman bin Affan mengeluarkan infaqnya sebesar 100 ekor unta. Padahal kalau dinominalkan dengan rupiah, maka infaq yang beliau keluarkan kurang lebih dua milyar rupiah,” paparnya. [Nif/Ed]