Berharap Tumbuhnya Wirausahawan Baru

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

MEMASUKI hari ke 20, peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Sela yang ditempatkan di Kelurahan Pisangan, Ciputat Timur telah merampungkan berbagai agenda kegiatannya. Kegiatan yang telah mereka lakukan di antaranya adalah penyuluhan kewirausahaan kepada masyarakat di kelurahan tersebut. 

 

Penyuluhan bertema “Pengembangan Kewirausahaan di Kalangan Pemuda dan Masyarakat” digelar di depan kantor Kelurahan Pisangan, Minggu (22/2). Acara dengan narasumber Dr Riza Fahlafi dari Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (KUKM), Drs Dede Suhendar MSi perwakilan dari UIN Jakarta, dan motivator kewirausahaan Ahmad Tjahya SSi MSi itu dihadiri peserta mulai dari kalangan muda hingga tua.

 

Dalam ceramahnya Fahlafi menjelaskan tingginya tingkat pengangguran di Indonesia disebabkan oleh tidak adanya keterampilan dan minat terhadap kewirausahaan, serta rendahnya produktifitas. “Jika dipersentasekan, peminat kewirausahaan di negara ini hanya mencapai tiga persen” ujarnya. Salah satu usaha untuk meningkatkan kewirausahaan, tambahnya harus dibentuk standar dalam semua bidang. “Semua harus bekerja profesional, kita harus mulai dari sekarang. Allah sendiri menyatakan bersumpahlah dengan waktu,” tandasnya. 

 

Sementara itu, Dede menekankan begitu pentingnya motivasi kewirausahaan dalam diri seseorang. “Orang yang berjiwa kewirausahaan adalah orang yang inovatif dan kreatif. Orang dengan jiwa seperti ini akan cerdas memanfaatkan peluang yang ada di sekitar,” jelasnya.

 

Motivator Ahmad Tjahya menyatakan, orang yang berjiwa enterpreneurship adalah orang yang tidak berpandangan sempit. “Pola pikir sangat menentukan seseorang menjadi seorang enterpreneur atau tidak. Orang yang selalu berpikir susah, tidak punya modal, merasa bodoh, pesimis, merasa sudah tua, tidak punya jaringan dan sebagainya akan sulit menjadi seorang enterpreneur. Jadi langkah awal untuk menuju enterpreneurship adalah merubah pola pikir kemudian setelah itu berusahalah sebaik mungkin,” tandasnya.

 

“Tugas kita adalah ikhtiar bukan hasil, kondisilah yang harus dipecahkan. Pikirkanlah kualitas jangan pikirkan to have, dan fokuslah dalam berbisnis,” jelasnya. [Jamilah/Nif/Ed]

Berharap Tumbuhnya Wirausahawan Baru

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

MEMASUKI hari ke 20, peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Sela yang ditempatkan di Kelurahan Pisangan, Ciputat Timur telah merampungkan berbagai agenda kegiatannya. Kegiatan yang telah mereka lakukan di antaranya adalah penyuluhan kewirausahaan kepada masyarakat di kelurahan tersebut. 

 

Penyuluhan bertema “Pengembangan Kewirausahaan di Kalangan Pemuda dan Masyarakat” digelar di depan kantor Kelurahan Pisangan, Minggu (22/2). Acara dengan narasumber Dr Riza Fahlafi dari Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (KUKM), Drs Dede Suhendar MSi perwakilan dari UIN Jakarta, dan motivator kewirausahaan Ahmad Tjahya SSi MSi itu dihadiri peserta mulai dari kalangan muda hingga tua.

 

Dalam ceramahnya Fahlafi menjelaskan tingginya tingkat pengangguran di Indonesia disebabkan oleh tidak adanya keterampilan dan minat terhadap kewirausahaan, serta rendahnya produktifitas. “Jika dipersentasekan, peminat kewirausahaan di negara ini hanya mencapai tiga persen” ujarnya. Salah satu usaha untuk meningkatkan kewirausahaan, tambahnya harus dibentuk standar dalam semua bidang. “Semua harus bekerja profesional, kita harus mulai dari sekarang. Allah sendiri menyatakan bersumpahlah dengan waktu,” tandasnya. 

 

Sementara itu, Dede menekankan begitu pentingnya motivasi kewirausahaan dalam diri seseorang. “Orang yang berjiwa kewirausahaan adalah orang yang inovatif dan kreatif. Orang dengan jiwa seperti ini akan cerdas memanfaatkan peluang yang ada di sekitar,” jelasnya.

 

Motivator Ahmad Tjahya menyatakan, orang yang berjiwa enterpreneurship adalah orang yang tidak berpandangan sempit. “Pola pikir sangat menentukan seseorang menjadi seorang enterpreneur atau tidak. Orang yang selalu berpikir susah, tidak punya modal, merasa bodoh, pesimis, merasa sudah tua, tidak punya jaringan dan sebagainya akan sulit menjadi seorang enterpreneur. Jadi langkah awal untuk menuju enterpreneurship adalah merubah pola pikir kemudian setelah itu berusahalah sebaik mungkin,” tandasnya.

 

“Tugas kita adalah ikhtiar bukan hasil, kondisilah yang harus dipecahkan. Pikirkanlah kualitas jangan pikirkan to have, dan fokuslah dalam berbisnis,” jelasnya. [Jamilah/Nif/Ed]