BEMJ Kesmas Sosialisasilakan Jamkesmas

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Aula Madya, UINJKT Online – Dalam rangka mensosialisasikan pelayanan jaminan  kesehatan masyarakat (Jamkesmas), Badan Eksekutif Mahasiswa Jurusan  (BEMJ) Kesehatan Masyarakat (Kesmas), Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK), menggelar  seminar kesehatan dengan tema “Pelaksaan Layanan Jaminan Kesehatan (Jamkesmas) di Indonesia” di Aula Madya, Senin (1/12). 

“Saat ini banyak sekali masyarakat Indonesia yang kurang mengerti tentang layanan kesehatan gratis”, ujar Ketua BEMJ Kesmas,  Iksan Joko Parwanto, saat dihubungi UINJKT Online di ruang kerjanya, Senin (1/12).  

Sosialisasi kesehatan bagi masyarakat miskin memang tidak berjalan lancar, hal ini dikarenakan kurangnya pengetahuan akan pentingnya kesehatan serta informasi yang tidak akurat sehingga program layanan kesehatan gratis tidak tepat sasaran. Berbagai macam kasus seperti busung lapar dan penyakit berbahaya yang saat ini menyerang rakyat kecil  kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah. 

“Dalam hal ini seharusnya pemerintah lebih giat menambah pengetahuan di masyarakat tentang pentingnya arti kesehatan,” kata Iksan. 

Iksan juga menambahkan bahwa selain tidak tepat sasaran layanan kesehatan gratis ini juga disalahgunakan oleh masyarakat yang dinilai mampu dari segi ekonomi. Hal ini hanya akan menambah tingkat kemiskinan dan kematian. Padahal  menurut angaran APBN pada tahun 2008 angaran dana untuk kesehatan masyarakat miskin mencapai 2,8 persen atau sekitar 19 triliyun.  

“Dengan dana yang begitu besar seharusnya masalah kesehatan bukan lagi menjadi masalah yang serius,” tambah Iksan.   

Beberapa faktor  yang mengakibatkan  progam layanan kesehatan gratis ini tidak berjalan lancar adalah jaringan komunikasi yang tidak menjangkau pada masyarakat pedalaman serta banyaknya salah penafsiran yang terjadi di masyarakat. Salah penafsiran yang dimaksud adalah banyak masyarakat yang menilai bahwa program ini bukan untuk mereka. Di samping itu, mereka berpendapat biaya kesehatan juga terlalu mahal. Hambatan inilah yang menyebabkan progam layanan kesehatan gratis tidak tepat sasaran .  

“Semoga pada tahun 2009 program ini benar-benar sampai pada masyarakat yang membutuhkan, dan diharapkan tidak terjadi lagi berbagai macam penyimpangan di masyarakat Indonesia,  ungkap iksan. [Nina Rahayu/Nif/Ed]

BEMJ Kesmas Sosialisasilakan Jamkesmas

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Aula Madya, UINJKT Online – Dalam rangka mensosialisasikan pelayanan jaminan  kesehatan masyarakat (Jamkesmas), Badan Eksekutif Mahasiswa Jurusan  (BEMJ) Kesehatan Masyarakat (Kesmas), Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK), menggelar  seminar kesehatan dengan tema “Pelaksaan Layanan Jaminan Kesehatan (Jamkesmas) di Indonesia” di Aula Madya, Senin (1/12). 

“Saat ini banyak sekali masyarakat Indonesia yang kurang mengerti tentang layanan kesehatan gratis”, ujar Ketua BEMJ Kesmas,  Iksan Joko Parwanto, saat dihubungi UINJKT Online di ruang kerjanya, Senin (1/12).  

Sosialisasi kesehatan bagi masyarakat miskin memang tidak berjalan lancar, hal ini dikarenakan kurangnya pengetahuan akan pentingnya kesehatan serta informasi yang tidak akurat sehingga program layanan kesehatan gratis tidak tepat sasaran. Berbagai macam kasus seperti busung lapar dan penyakit berbahaya yang saat ini menyerang rakyat kecil  kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah. 

“Dalam hal ini seharusnya pemerintah lebih giat menambah pengetahuan di masyarakat tentang pentingnya arti kesehatan,” kata Iksan. 

Iksan juga menambahkan bahwa selain tidak tepat sasaran layanan kesehatan gratis ini juga disalahgunakan oleh masyarakat yang dinilai mampu dari segi ekonomi. Hal ini hanya akan menambah tingkat kemiskinan dan kematian. Padahal  menurut angaran APBN pada tahun 2008 angaran dana untuk kesehatan masyarakat miskin mencapai 2,8 persen atau sekitar 19 triliyun.  

“Dengan dana yang begitu besar seharusnya masalah kesehatan bukan lagi menjadi masalah yang serius,” tambah Iksan.   

Beberapa faktor  yang mengakibatkan  progam layanan kesehatan gratis ini tidak berjalan lancar adalah jaringan komunikasi yang tidak menjangkau pada masyarakat pedalaman serta banyaknya salah penafsiran yang terjadi di masyarakat. Salah penafsiran yang dimaksud adalah banyak masyarakat yang menilai bahwa program ini bukan untuk mereka. Di samping itu, mereka berpendapat biaya kesehatan juga terlalu mahal. Hambatan inilah yang menyebabkan progam layanan kesehatan gratis tidak tepat sasaran .  

“Semoga pada tahun 2009 program ini benar-benar sampai pada masyarakat yang membutuhkan, dan diharapkan tidak terjadi lagi berbagai macam penyimpangan di masyarakat Indonesia,  ungkap iksan. [Nina Rahayu/Nif/Ed]