BEMJ Jinayah Siyasah Berharap Masa Depan Indonesia Lebih Baik

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Jamilah

 

Gedung FSH, UINJKT Online Di tengah hiruk pikuk  menjelang Pemilu 2009, BEMJ Jinayah Syiasah  bekerja sama dengan Komunitas Mahasiswa Syari’ah dan Hukum (KMS) menyelenggarakan seminar bertema Masa Depan Indonesia Pemilu 2009: Memberi Harapan atau Tidak?, di Ruang Teater Fakultas Syariah dan Hukum (FSH), Rabu (3/12).

 

Semula panitia menjadualkan mantan Presiden RI KH Abdurrahman Wahid dan Ketua Umum Komite Bangkit Indonesia (KBI) Rizal Ramli sebagai pembicara, namun keduanya batal hadir. Pembicara yang hadir adalah Mantan Anggota DPR RI dari Fraksi PDIP Agus Tjondro Prayitno.

 

Seminar ini juga dihadiri Pudek FSH dan Kepala Jurusan Jinayah Syiasah, Asmawi MAg. Dalam sambutannya Asmawi berharap semoga kesejahteraan segera tercapai dengan tegaknya demokrasi yang tidak hanya bersifat prosedural namun sudah mencapai tingkat substansional. Karena tujuan puncak dari demokrasi yang diapresiasikan melalui Pemilu adalah untuk mencapai kesejahteraan.

 

Sementara itu, Tjondro menegaskan bahwa nasib bangsa ada di tangan para generasi muda. “Sejarah membuktikan bahwa kalangan mahasiswa berpengaruh dalam setiap perubahan termasuk reformasi yang terjadi pada tahun 1998 terlepas pergerakan itu terkadangada campur tangan asing di dalamnya,” tandasnya.

 

Seminar yang dimoderatori oleh Musholih Borang dari Partai Boenga ini dihadiri tidak hanya oleh mahasiswa FSH namun juga oleh mahasiswa dari fakultas lain. Seminar ini pun dilengkapi dengan lantunan lagu perjuangan yang berjudul “Darah Juang” yang dilantunkan oleh salah satu anggota partai Boenga.

 

Ketidakhadiran dua pembicara kontan saja membuat para peserta kecewa, ini kali kedua Gus Dur batal hadir di UIN Jakarta. [Nif/Ed]

BEMJ Jinayah Siyasah Berharap Masa Depan Indonesia Lebih Baik

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Jamilah

 

Gedung FSH, UINJKT Online Di tengah hiruk pikuk  menjelang Pemilu 2009, BEMJ Jinayah Syiasah  bekerja sama dengan Komunitas Mahasiswa Syari’ah dan Hukum (KMS) menyelenggarakan seminar bertema Masa Depan Indonesia Pemilu 2009: Memberi Harapan atau Tidak?, di Ruang Teater Fakultas Syariah dan Hukum (FSH), Rabu (3/12).

 

Semula panitia menjadualkan mantan Presiden RI KH Abdurrahman Wahid dan Ketua Umum Komite Bangkit Indonesia (KBI) Rizal Ramli sebagai pembicara, namun keduanya batal hadir. Pembicara yang hadir adalah Mantan Anggota DPR RI dari Fraksi PDIP Agus Tjondro Prayitno.

 

Seminar ini juga dihadiri Pudek FSH dan Kepala Jurusan Jinayah Syiasah, Asmawi MAg. Dalam sambutannya Asmawi berharap semoga kesejahteraan segera tercapai dengan tegaknya demokrasi yang tidak hanya bersifat prosedural namun sudah mencapai tingkat substansional. Karena tujuan puncak dari demokrasi yang diapresiasikan melalui Pemilu adalah untuk mencapai kesejahteraan.

 

Sementara itu, Tjondro menegaskan bahwa nasib bangsa ada di tangan para generasi muda. “Sejarah membuktikan bahwa kalangan mahasiswa berpengaruh dalam setiap perubahan termasuk reformasi yang terjadi pada tahun 1998 terlepas pergerakan itu terkadangada campur tangan asing di dalamnya,” tandasnya.

 

Seminar yang dimoderatori oleh Musholih Borang dari Partai Boenga ini dihadiri tidak hanya oleh mahasiswa FSH namun juga oleh mahasiswa dari fakultas lain. Seminar ini pun dilengkapi dengan lantunan lagu perjuangan yang berjudul “Darah Juang” yang dilantunkan oleh salah satu anggota partai Boenga.

 

Ketidakhadiran dua pembicara kontan saja membuat para peserta kecewa, ini kali kedua Gus Dur batal hadir di UIN Jakarta. [Nif/Ed]