Bangun Desa Ciptakan Kemandirian Bangsa

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone
Reporter: Hamzah Farihin
 
Gedung FDK, UINJKT Online - Direktur Utama Perusahaam Umum Badan Urusan Logistik (Bulog) Dr Ir Mustafa Abubakar MSi menyatakan, untuk membangun kemandirian bangsa perlu dilakukan pembangunan yang berkelanjutan di daerah pedesaan.
 
“Salah satu cara untuk menciptakan kemandirian bangsa yaitu menjadikan daerah pedesaan sebagai lumbung ketahanan pangan nasional,” kata Mustafa ketika menjadi pembicara dalam seminar nasional peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-101 bertema “Bangkit Pemudaku, Bangkit Desa, Bangkit Indonesiaku, Gerakan Pemuda Membangun Desa”, yang digelar BEMJ Pengembangan Masyarakat Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) dan BEMJ Agribisnis Fakultas Sains dan Teknologi (FST) di Ruang Teater, Rabu (20/5).
 
Menurut Mustafa, untuk membangun kemandirian bangsa diperlukan kondisi yang mendukung para petani agar dapat berusaha dalam bidang ketahanan pangan. Dimana stabilitas suatu bangsa harus diawali dari stabilitas pangan yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, terjangkau serta stabilitas harga. 
 
Jika suatu bangsa mampu menjamin pangan seluruh penduduknya, maka akan memperoleh pangan yang cukup, mutu layak dan aman. Di samping itu, pembangunan desa salah satu prioritas untuk membangun pangan yang kuat yang pada akhirnya akan dapat tercapai stabilitas nasional yang kokoh.
 
Untuk membangun kemandirian bangsa ini, sesuai juga dengan visi misi Bulog yaitu pangan cukup, aman dan terjangkau bagi rakyat dan memenuhi kebutuhan pangan pokok rakyat. Selain itu, kemandirian bangsa ini yang akhirnya akan menciptakan pengadaan gabah atau beras sebagai jaminan Harga Pembelian Pemerintah (HPP), yang sesuai dengan pilar bulog yaitu pengadaan pangan, penyaluran beras berusbsidi dan pengelolan cadangan beras pemerintah.
 
“Perlu diingat mahasiswa, bahwa pemerintah mengekspor beras pada beberapa bulan yang lalu bukan ditekan dengan adanya unsur politik yang lagi memanas sekarang ini. Justru Bulog kelebihan beras yang pada tahun kemarin saja mempunyai 40 juta ton, sehingga sebagian diekspor” ucapnya. []

Bangun Desa Ciptakan Kemandirian Bangsa

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone
Reporter: Hamzah Farihin
 
Gedung FDK, UINJKT Online - Direktur Utama Perusahaam Umum Badan Urusan Logistik (Bulog) Dr Ir Mustafa Abubakar MSi menyatakan, untuk membangun kemandirian bangsa perlu dilakukan pembangunan yang berkelanjutan di daerah pedesaan.
 
“Salah satu cara untuk menciptakan kemandirian bangsa yaitu menjadikan daerah pedesaan sebagai lumbung ketahanan pangan nasional,” kata Mustafa ketika menjadi pembicara dalam seminar nasional peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-101 bertema “Bangkit Pemudaku, Bangkit Desa, Bangkit Indonesiaku, Gerakan Pemuda Membangun Desa”, yang digelar BEMJ Pengembangan Masyarakat Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) dan BEMJ Agribisnis Fakultas Sains dan Teknologi (FST) di Ruang Teater, Rabu (20/5).
 
Menurut Mustafa, untuk membangun kemandirian bangsa diperlukan kondisi yang mendukung para petani agar dapat berusaha dalam bidang ketahanan pangan. Dimana stabilitas suatu bangsa harus diawali dari stabilitas pangan yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, terjangkau serta stabilitas harga. 
 
Jika suatu bangsa mampu menjamin pangan seluruh penduduknya, maka akan memperoleh pangan yang cukup, mutu layak dan aman. Di samping itu, pembangunan desa salah satu prioritas untuk membangun pangan yang kuat yang pada akhirnya akan dapat tercapai stabilitas nasional yang kokoh.
 
Untuk membangun kemandirian bangsa ini, sesuai juga dengan visi misi Bulog yaitu pangan cukup, aman dan terjangkau bagi rakyat dan memenuhi kebutuhan pangan pokok rakyat. Selain itu, kemandirian bangsa ini yang akhirnya akan menciptakan pengadaan gabah atau beras sebagai jaminan Harga Pembelian Pemerintah (HPP), yang sesuai dengan pilar bulog yaitu pengadaan pangan, penyaluran beras berusbsidi dan pengelolan cadangan beras pemerintah.
 
“Perlu diingat mahasiswa, bahwa pemerintah mengekspor beras pada beberapa bulan yang lalu bukan ditekan dengan adanya unsur politik yang lagi memanas sekarang ini. Justru Bulog kelebihan beras yang pada tahun kemarin saja mempunyai 40 juta ton, sehingga sebagian diekspor” ucapnya. []