Bahasa Arab Akan Terus Eksis

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Muhammad Nurdin

Gedung FDI, UIN Online – Bahasa Arab merupakan bahasa yang unik dan tidak akan mati sepanjang masa selagi manusia masih menggunakannnya. Karena itu, kita harus menjaganya dengan cara menciptakan lingkungan berbahasa.

Hal itu dikatakan Dekan Fakultas Dirasat Islamiyah (FDI) Prof Dr Abuddin Nata saat membuka acara Musabaqoh Debat Bahasa Arab se-Indonesia di Aula FDI, Sabtu (6/11). Acara pembukaan dihadiri Pembantu Dekan Bidang Akademik Dr  Usman Syihab, Pembantu Dekan Bidang Kemahasiswaan Dr Sahabuddin, dan sejumlah peserta dari berbagai kampus di Indonesia.

Musabaqoh Debat Bahasa Arab se-Indonesia merupakan kali pertama digelar di UIN Jakarta. Acara yang akan berlangsung hingga 8 November itu diisi dengan debat bahasa Arab yang mencakup aspek religius, ekonomi, sosial, budaya, politik dan teknologi serta globalisasi.

Menurut Abuddin, bahasa Arab akan tetap eksis dan diminati banyak orang, sebab kini  semakin banyak sekolah yang  bertaraf internasional. Dengan demikian semakin banyak pula peluang Bahasa Arab untuk tetap digunakan, tidak hanya di kalangan akademisi tetapi juga di kalangan pengusaha.

”Acara ini bukan sekadar kerjasama antar universitas di Indonesia  dan UIN Jakarta, tetapi untuk meningkatkan kompetensi kebahasaan di kalangan mahasiswa, menjadikan bahasa Arab tetap eksis, dan banyak digunakan oleh orang banyak, mencari bibit-bibit unggul, dan meningkatkan mutu tafaqquh fiddin (pendalam agama) kepada para mahasiswa. Saya berharap musabaqoh ini akan tetap berlanjut tidak hanya di UIN Jakarta tetapi di universitas lain di Indonesia,” kata Abudin penuh harap.

Menurut data dari Ketua Panitia Ayatullah, musabaqah ini diikuti 48 peserta terbaik yang merupakan hasil seleksi. Mereka berasal dari UIN Jakarta, IAIN Walisongo, UNAS, UII Yogyakarta, UIN Sunan Kalijaga, IAIN Banten, IAIN Cirebon, UNJ,  dan lainnya. []