Azra: Pemahaman Agama Tentukan Lingkungan Hidup

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Muhammad  Nurdin

Jakarta, BERITA UIN  Online - Saat ini, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya lingkungan masih sangat rendah, padahal kehidupan manusia tergantung pada lingkungan. Hal ini disebabkan  masyarakat kurang memahami agama secara mendalam tentang ramah lingkungan. Oleh karena itu, peran agama sangat berpengaruh sekali dalam menjaga keseimbangan ekosistem lingkungan.

Hal itu diungkap Direktur Pascasarjana UIN Jakarta Prof Azyumardi dalam seminar Islam dan Lingkungan Hidup, yang diselenggarakan Sekolah Pascasarjana UIN Jakarta bekerjasama dengan PT Resources Jaya Teknik Management Indonesia di Jakarta, Rabu (20/4). Turut hadir Deputi Bidang Administrasi Umum dan Kemahasiswaan  Dr Yunan Yusuf, Dosen SPs Universitas Indonesia Prof Dr Emil Salim, CEO PT  Resources Jaya Teknik Management Indonesia Rohmad Hadwijoyo, dan sejumlah tokoh masyarakat baik kalangan LSM maupun pimpinan pondok pesantren.

Azra melanjutkan, pemahaman terhadap agama sangat menentukan lingkungan. Sebab agama mengajarkan untuk selalu menjaga, memelihara, dan melestarikan ekosistem baik hewani maupun nabati. Selain itu, hampir separuh obat-obatan, dan makanan yang kita konsumsi berasal dari alam. Oleh karena itu, alam harus dijaga dengan baik demi keberlangsungan hidup.

Ia menambahkan, alam harus diperlakukan dengan kasih sayang. Kasih sayang ini, tercermin dalam pribadi-pribadi yang unggul dan mempunyai kesalehan sosial terhadap alam. “Bila kita sadar lingkungan, gunakan air wudhu jangan berlebihan, “pesannya.

Dalam perbincangan tersebut, Azra menawarkan beberapa solusi dalam tawazun lingkungan antara lain, mengkaji keragaman masyarakat baik ras, suku, dan kebudayaan, memanfaatkan kajian-kajian atau diskusi tentang lingkungan sebaik mungkin, penerapan teknologi lingkungan dalam kebijakan politik,  dan mengaktualisasikan kajian-kajian keagamaan sebagai langkah mengurangi problem.

Senada dengan Azra, menurut  Rohmad, dalam pandangan ekologi manusia, lingkungan terdiri dari tiga kelompok yakni, lingkungan alam itu sendiri, lingkungan sosial dan lingkungan budaya. Manusia sebagai khalifah dimuka bumi dan makhluk sosial dituntut untuk bijaksana mengeksplorasi dan mengeksploitasi alam demi kemaslahatan umat. Sehingga tugas sebagai kemanusiaan dan ketuhanan dalam memanfaatkan harus sesuai dengan kehendak Allah.

“Tugas inilah yang menjadi tugas pokok dari pemuka agama dalam pendekatan akhlak al-karimah, “ujar Direktur Eksekutif Centre for Information and Development Studies (CIDES).

Selain itu, dengan pendekatan rasa, sesama umat manusia akan memiliki rasa solidaritas dan tanggung jawab yang sama sehingga kewajiban untuk melestarikan alam merupakan hak senasib dan sepenanggungan.

Ia menambahkan, upaya pelestarian lingkungan juga bisa dilakukan dengan pendekatan budaya, yaitu dengan menjaga keseimbangan lingkungan, yang dimulai dari niat untuk mensyukuri nikmat alam yang dipadukan dengan hasil budidaya manusia. Sehingga keharmonisan alam tetap terjaga.