Awas, SMS Penipuan Atas Nama Pimpinan UIN Jakarta Kembali Marak

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Gedung Rektorat, BERITA UIN Online– Dosen Fakultas Syariah dan Hukum Afidah Wahyudi MA mendapat pesan singkat dari nomor tidak dikenal mengatasnamakan pimpinan UIN Jakarta pada Jumat (16/9/16). Berikut isi pesan singkatnya dari nomor +62816417938 dengan redaksi sebenarnya tanpa diedit BERITA UIN Online:

“Ass.Wr.Wb. Selamat Pagi, Saya ,Prof.Abdul Hamid, (WR 2 UIN), Ada Undangan Rakernas Peningkatan Kinerja Tenaga Pendidikan Dari Ditjen Pendis Kemenag, Untuk Afidah Wahyuni, MA, No.Peserta, 09998879 Yg Akan Di Laksanakan Di Hotel Grand Hilton Semarang Pada Tgl 24-25 September 2016, Seluruh Peserta Di Tanggung Untuk Biaya Transportasi Dan Akomodasinya Oleh Pihak Penyelenggara Yaitu Ditjen Pendis Kemenag Rp.7Jt. Utk Penjelasan Dan Penerimaan Dana Akomodasinya Harap Di Hbngi Skrng Jg Ke Bendahara Sekaligus Ketua Panitia Penyelenggara Yakni ,Prof.H.Suprapto,M.Ag, Di ,08122505194, Di Hbngi Skrng Jg Sudah Di Tunggu, Maaf Hanya SMS, Soalnya Saat Ini Sy Msh Ada Acara Di Luar Kota, Jd Undangannya Bisa Di Ambil Hari Senin Di Ruangan Sy.,Tks.Wass.Wr.Wb.”

Mendapat pesan singkat seperti itu, Afidah langsung melakukan konfirmasi kepada Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum (Warek II) Prof Dr Abdul Hamid MS melalui stafnya.

Menurut Staf Rektorat Yudhi SSos, sudah banyak laporan yang masuk terkait penipuan berkedok pimpinan UIN Jakarta ini. Bahkan menurutnya, sudah ada yang menjadi korbannya.

“Pejabat itu langsung percaya tanpa konfirmasi dan mengirimkan uang sebesar Rp 7 juta. Waktu itu mengatasnamakan Warek I Dr Fadhilah Suralaga MA. Harusnya sebelum transfer konfirmasi dulu ke pimpinan UIN Jakarta,” ujar Yudi mengingatkan.

Agar tidak ada lagi korban, Rektor UIN Jakarta Prof Dr Dede Rosyada MA akan mengeluarkan Surat Edaran yang menyatakan bahwa undangan yang mengatasnamakan pimpinan UIN Jakarta adalah fiktif dan tidak ada kebenarannya.

Selain itu, akan dibuat juga spanduk untuk dipasang di pintu masuk dan keluar UIN Jakarta yang menginformasikan bahwa pimpinan UIN Jakarta tidak pernah mengirimkan undangan dengan memungut biaya kegiatan. (mf)