Australia Awards Tawarkan Beasiswa S2 dan S3 untuk Mahasiswa UIN Jakarta

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Auditorium Prof. Dr. Harun Nasution, BERITA UIN Online- Australia Awards menawarkan beasiswa kepada sivitas akademik UIN Jakarta untuk melanjutkan studi magsiter (S2) dan doktoral (S3) di sejumlah perguruan tinggi di negari Kanguru itu. Selain harus mengajukan lamaran, calon penerima beasiswa harus punya nilai TOEFL/IELTS terbaru (2012), dan sejumlah persyaratan lainnya.

“Nilai TOEFL atau IELTS harus yang terbaru dabn buat esai yang tepat, kenapa memiliah program studi ini atau lainnya,” ujar HRD Regional Manager Australia Awards Yos Sudarso di Ruang Diorama Auditorium Prof. Dr. Harun Nasution, Kamis (25/4/2013).

Untuk mereka yang ingin berminat mengambil S3, maka calon mahasiswa harus telah mendapatkan profesor pembimbing dari universitas yang dituju. “Untuk pelamar S3, harus sudah punya profesor dari kampus yang dipilih,” katanya.

Sebelum mengajukan lamaran ke Australia Awards, saran Yos, pelamar harus membaca handbook, sehingga tidak salah dalam mengisi aplikasi. Para peminat diharapkan segera menyiapkan segala hal yang diperlukan, sehingga ketika dinyatakan lulus, maka ia sudah siap berangkat ke Australia pada Juli 2013 nanti. Informasi lebih lanjut mengenai hal tersebut dapat dilihat pada laman http://australiaawardsindo.or.id.

Atas tawaran tersebut, sejumlah mahasiswa dan alumni UIN Jakarta berminat untuk mencoba dan mendaftar. “Insya Allah  saya mau coba. Selain lebih dekat Indonesia, beasiswa dari sini cukup untuk penelitian dan biaya lainnya,” terang M. Haikal, alumni Program Studi (Prodi) Fisika Fakultas Sains dan Teknologi (FST).

Hal serupa disampaikan Auliyaul Hamidah, mahasiswa Prodi Ilmu Politik FISIP. Menurutnya, dirinya akan mencoba mendaftar untuk mendapatkan beasiswa Austrlia Awards itu. “Beasiswanya dapat membantu melanjutkan S2,” katanya.

Menurutnya, dirinya berminat kuliah di Autralia, karena peluang beasiswa yang diberikan relatif besar. “Itu cukup untuk hidup di sana dan persyaratannya mudah dipenuhi,” aku dara semester 10 yang sedang menyusun skripsi ini.

Sementara Ningsih Susiliwati, mahasiswa Prodi Hubungan Internasional FISIP mengatakan, dirinya berminat kuliah di Australia karena di negara tersebut terdapat banyak perguruan tinggi berkelas dunia. “Institusi pendidikan di Australia sangat berkualitas,” katanya.

Selain ratusan mahasiswa dari berbagai fakultas, acara presentasi beasiswa ini juga dihadiri sejumlah  dosen dari berbagai fakultas. (D Antariksa/Saifudin)