Aset BLU UIN Jakarta Capai Rp 1,2 Triliun

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Ruang Sidang Utama, UIN Online – Sejak menjadi Badan Layanan Umum (BLU), total aset tetap UIN Jakarta hingga tren 2010 mencapai sekitar Rp 1,2 triliun. Aset tersebut naik dari tahun sebelumnya yang hanya mencapai Rp 1 triliun. Kenaikan penerimaan anggaran yang diperoleh dari pendapatan negara bukan pajak (PNBP) itu dipicu oleh makin membaiknya keuangan sejumlah unit bisnis yang dikelola UIN Jakarta selama kurun tiga tahun terakhir.

Demikian dikemukakan Kepala Biro Perencanaan, Keuangan, dan Sistem Informasi (BPKSI) Drs Hamid Solihin saat menerima kunjungan studi banding sejumlah pejabat Pemerintah Kota Pekan Baru di Ruang Sidang Utama Gedung Rektorat, Jumat (22/10). Kunjungan studi banding tersebut terkait dengan rencana Pemkot Pekan Baru yang akan mem-BLU-kan moda transportasi yang dimilikinya, yakni Trans Metro Pekan Baru.

Menurut Hamid, kondisi keuangan UIN Jakarta yang berasal dari penerimaan negara bukan pajak atau PNBP sejak sebelum BLU hanya berada pada kisaran Rp 800 miliar. Namun, sejak menjadi BLU tahun 2008 angka itu mulai mengalami kenaikan yang cukup signifikan hingga berada di titik Rp 1,2 triliun.

Berdasarkan catatan, UIN Jakarta kini memiliki sedikitnya 10 unit bisnis yang menunjang penerimaan anggaran. Unit-unit bisnis itu sebagian dikelola Yayasan Syarif Hidayatullah dan sebagian lagi berupa swakelola, yakni Syahida Inn, Wisma Usaha, Koperasi, Rumah Sakit Syarif Hidayatullah, Ma’had Aly, Asrama Mahasiswa, Asrama Mahasiswa Fakultas Kedokteran dan ilmu Kesehatan (dormitory), Madrasah Pembangunan, TK Ketilang, serta dalam bentuk kontrak dan sewa kerja sama.

“UIN Jakarta dalam waktu dekat juga akan menjajagi kemungkinan dibukanya stasiun pengisian bahan bakar atau SPBU bekerja sama dengan Pertamina,” kata Hamid.

Dia menjelaskan, sesuai semangat PP Nomor 23 Tahun 2005 tentang PK-BLU, pengelolaan unit-unit bisnis selain untuk memperkuat arus kas kelembagaan (satuan kerja) juga bertujuan guna meningkatkan pelayanan dan kesejahteraan. Dengan demikian kinerja pegawai juga diharapkan akan lebih profesional dan produktif, khususnya para pegawai berstatus pengadministrasi.

UIN Jakarta resmi menjadi BLU sejak 2008 melalui SK Menteri Keuangan Nomor 42/KMK.05/2008. Proses pembentukan BLU, yang mengatur sistem manajemen keuangan sektor publik secara fleksibilitas dan akuntabilitas, ditempuh dalam waktu yang cukup panjang serta berdasarkan kajian dan analisis mendalam.

Sistem BLU, memungkinkan kemudahan atau fleksibilitas penggunaan penerimaan anggaran yang diperoleh dari PNBP tanpa banyak aturan birokrasi. Perbandingan sejak sebelum menjadi BLU, setiap penerimaan anggaran yang diperoleh terlebih dahulu harus disetor ke kas negara, dan baru dapat diambil sesuai kebutuhan pengeluaran yang diiringi sejumlah persyaratan ketat. Namun, setelah BLU penerimaan tersebut disimpan dalam rekening milik UIN Jakarta dan dapat langsung diambil sewaktu-waktu sesuai ketentuan.

Kepala Bagian Keuangan Pemkot Pekan Baru yang juga pemimpin rombongan, Dasrijal, mengatakan, pihaknya kini sedang mengkaji pembentukan tentang BLU Trans Metro sebagai moda transportasi layanan publik. Selama ini, Trans Metro yang berada di bawah Dinas Perhubungan Kota Pekan Baru, itu masih menggunakan sistem manajeman keuangan konvensional. Namun, berkat peningkatan arus penumpang dan kebutuhan pelayanan transportasi massal yang aman dan nyaman, Trans Metro akan di-BLU-kan seperti halnya BLU Transjakarta di Jakarta.

“Meski bukan satker pendidikan seperti universitas, Trans Metro juga sektor layanan publik yang memiliki peluang untuk menjadi BLU sesuai peraturan perundangan yang ada. Jadi, proses dan mekanismenya akan sama dengan pengalaman yang sudah dilakukan BLU UIN Jakarta,” katanya. Karena itu, selain ke BLU UIN Jakarta studi banding juga akan dilakukan ke BLU Transjakarta. (ns)