Aris: ODHA Membutuhkan Penanganan Serius

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Muhammad Nurdin

Gedung FST, UIN Online – Sampai kini, mendengar kata HIV/AIDS seperti momok yang mengerikan. Padahal jika dipahami secara logis, HIV/AIDS bisa dengan mudah dihindari. Namun pada kenyataannya, tidak seorang pun bisa mengetahui apakah seseorang sudah terinfeksi HIV atau belum hanya dilihat dari penampilannya. Sebab walau seseorang sudah terinfeksi HIV, gejalanya tidak tampak sampai menjadi AIDS.

Hal itu disampaikan aktivis Yayasan AIDS Indonesia (YAI) Rizki Maulana Aris dalam talkshow bertajuk Kita, ODHA, dan HIV/AIDS yang diadakan Himpunan Mahasiswa Kimia (Himka) UIN Jakarta bekerjasama dengan Global Citizen Corps (GCC), di Ruang Teater lantai 2, Fakultas Sains dan Teknologi (FST), Rabu (22/12). Turut hadir aktivis Jaringan Orang Terkena HIV/AIDS Indonesia (JOTHI) Scots Freederick.

Aris menambahkan, untuk mengetahui seseorang terinfeksi atau tidak adalah dengan tes darah. Ini dilakukan  untuk mengetahui apakah di dalam tubuh terdapat antibodi terhadap AIDS. Jika hasil tes darah positif sebaiknya penderita HIV/AIDS harus melakukan  tes ulang sebanyak tiga kali dan melakukan  tes western blot untuk meyakinkan. Bahkan sebaliknya.

Aris menegaskan, HIV adalah virus penyebab AIDS. HIV terdapat dalam cairan tubuh seseorang seperti darah, cairan kelamin (air mani atau cairan vagina yang telah terinfeksi) dan air susu ibu yang telah terinfeksi. Sedangkan AIDS adalah sindrom menurunnya kekebalan tubuh yang disebabkan oleh HIV. Orang yang mengidap AIDS amat mudah tertular oleh berbagai macam penyakit karena sistem kekebalan tubuh penderita telah menurun.

“Orang yang terkena virus ini akan menjadi rentan terhadap infeksi oportunistik ataupun mudah terkena tumor. Oleh karena itu, orang yang terkena HIV/AIDS harus mendapat penanganan yang serius baik dari pemerintah maupun masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, pembicara kedua Scots Freederick mengungkapkan, HIV/AIDS dapat dicegah dengan prilaku yang sehat dan bertanggung jawab, antara lain tidak melakukan hubungan seks sebelum menikah, saling setia terhadap pasangan, tidak menggunakan jarum suntik secara bersama-sama, tidak menggunakan narkoba, dan  menggunakan peralatan yang sudah disterilisasi dengan benar.

Ia menambahkan, sampai saat ini belum ada obat yang dapat mengobati AIDS, tetapi yang ada adalah obat untuk menekan perkembangan virus HIV sehingga kualitas hidup ODHA tersebut meningkat.

“Masalah HIV/AIDS bukanlah masalah mudah dan sepele. HIV/AIDS harus mendapat perlakuan serius. Oleh karena itu, orang yang terkena HIV/AIDS harus dibantu baik secara moral maupun material.” ujarnya. []