Arief Subhan: FDK Akan Perkuat Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) kini telah memiliki dekan baru periode 2009-2013, Dr Arief Subhan MA, menggantikan Dekan periode 2005-2009, Dr Murodi MA. Arief menegaskan, di bawah kepemimpinannya, FDK akan memperkuat disiplin keilmuan dakwah dan komunikasi. Sebab, kedua bidang ilmu itu telah menjadi ikon fakultas yang dulu bernama Fakultas Dakwah ini. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang program-program FDK ke depan, berikut wawancara Dwita Yuswandari dari UINJKT Online dengan doktor bidang pemikiran Islam lulusan UIN Jakarta itu.

Apa yang akan Anda kembangkan di FDK setahun ke depan?

Saat ini perbedaan mendasar dari ilmu dakwah dan ilmu komunikasi masih kurang ditonjolkan, sehingga terkesan dakwah dan komunikasi adalah sama. Padahal kedua ilmu tersebut memiliki ciri khas yang berbeda. Selama ini kedua ilmu tersebut diajarkan kurang mendalam dan ciri khas dari ilmu tersebut masih sulit didapatkan. Ke depan FDK akan mengembangkan kedua ilmu tersebut sehingga ciri khas keilmuannya dapat dikembangkan. Saya berharap dakwah yang diajarkan bukan hanya pergerakan dan syiar Islam tetapi juga ilmu dakwah itu sendiri.

Adakah perbedaan antara program Anda dengan dekan sebelumnya?

Saya akan meneruskan program yang telah direncanakan dekan sebelumnya, Dr Murodi MA, dan tidak akan melakukan perubahan yang radikal, perubahan yang dilakukan adalah meletakan keilmuan tersebut pada tempatnya.

Bagaimana mengembangkan ilmu dakwah dan ilmu komunikasi di FDK ?

Pengembangannya terdapat pada setiap jurusan yang ada di FDK, yaitu Jurusan Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi, di mana masing masing ilmu tersebut akan membawahi beberapa program studi. Misalnya Ilmu dakwah akan membawahi Manajemen Dakwah, Pengembangan Masyarakat Islam, dan Bimbingan Penyuluhan Islam, sedangkan Ilmu komunikasi akan membawahi Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam dan Jurnalistik.

Bagaimana kedua ilmu yang berbeda tersebut akan bertemu dan saling mendukung?

Pegembangan keilmuan antara dakwah dan komunikasi yang direncanakan akan bertemu pada satu tataran advance research oleh para pakar komunikasi dan dakwah. Penelitian lanjutan yang dilakukan oleh para ahli ilmu dakwah dan ilmu komunikasi itu adalah upaya mempertemukan kedua disiplin ilmu yang memiliki perbedaan sehingga bertemu pada muara yang bisa di implementasikan dalam kehidupan berdakwah dan berkomunikasi.

Persiapan apa yang akan dilakukan FDK guna memperkuat kedua disiplin ilmu tersebut ?

Saya akan melakukan peninjaun serta peningkatan terhadap kurikulum FDK guna memperkuat kedua disiplin ilmu tersebut. Bahkan konsultan eksternal siap dipanggil untuk mengkaji kurikulum yang sudah ada dan jika perlu akan menambahkan kurikulum baru.

Bagaimana FDK dapat bersaing dengan universitas lain?

Peninjauan kurikulum yang dilakukan diharapkan mampu menyaingi universitas lain yang telah mapan dengan keilmuan komunikasi dan dakwah. Upaya mengejar ketertinggalannya adalah dengan menyajikan kurikulum yang berbeda dari universitas lain yaitu dengan kurikulum yang benafaskan Islam, karena kita berada di UIN berbeda dengan universitas lain sehingga melahirkan lulusan yang berbeda dari universitas lainnya. []

 

Arief Subhan: FDK Akan Perkuat Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) kini telah memiliki dekan baru periode 2009-2013, Dr Arief Subhan MA, menggantikan Dekan periode 2005-2009, Dr Murodi MA. Arief menegaskan, di bawah kepemimpinannya, FDK akan memperkuat disiplin keilmuan dakwah dan komunikasi. Sebab, kedua bidang ilmu itu telah menjadi ikon fakultas yang dulu bernama Fakultas Dakwah ini. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang program-program FDK ke depan, berikut wawancara Dwita Yuswandari dari UINJKT Online dengan doktor bidang pemikiran Islam lulusan UIN Jakarta itu.

Apa yang akan Anda kembangkan di FDK setahun ke depan?

Saat ini perbedaan mendasar dari ilmu dakwah dan ilmu komunikasi masih kurang ditonjolkan, sehingga terkesan dakwah dan komunikasi adalah sama. Padahal kedua ilmu tersebut memiliki ciri khas yang berbeda. Selama ini kedua ilmu tersebut diajarkan kurang mendalam dan ciri khas dari ilmu tersebut masih sulit didapatkan. Ke depan FDK akan mengembangkan kedua ilmu tersebut sehingga ciri khas keilmuannya dapat dikembangkan. Saya berharap dakwah yang diajarkan bukan hanya pergerakan dan syiar Islam tetapi juga ilmu dakwah itu sendiri.

Adakah perbedaan antara program Anda dengan dekan sebelumnya?

Saya akan meneruskan program yang telah direncanakan dekan sebelumnya, Dr Murodi MA, dan tidak akan melakukan perubahan yang radikal, perubahan yang dilakukan adalah meletakan keilmuan tersebut pada tempatnya.

Bagaimana mengembangkan ilmu dakwah dan ilmu komunikasi di FDK ?

Pengembangannya terdapat pada setiap jurusan yang ada di FDK, yaitu Jurusan Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi, di mana masing masing ilmu tersebut akan membawahi beberapa program studi. Misalnya Ilmu dakwah akan membawahi Manajemen Dakwah, Pengembangan Masyarakat Islam, dan Bimbingan Penyuluhan Islam, sedangkan Ilmu komunikasi akan membawahi Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam dan Jurnalistik.

Bagaimana kedua ilmu yang berbeda tersebut akan bertemu dan saling mendukung?

Pegembangan keilmuan antara dakwah dan komunikasi yang direncanakan akan bertemu pada satu tataran advance research oleh para pakar komunikasi dan dakwah. Penelitian lanjutan yang dilakukan oleh para ahli ilmu dakwah dan ilmu komunikasi itu adalah upaya mempertemukan kedua disiplin ilmu yang memiliki perbedaan sehingga bertemu pada muara yang bisa di implementasikan dalam kehidupan berdakwah dan berkomunikasi.

Persiapan apa yang akan dilakukan FDK guna memperkuat kedua disiplin ilmu tersebut ?

Saya akan melakukan peninjaun serta peningkatan terhadap kurikulum FDK guna memperkuat kedua disiplin ilmu tersebut. Bahkan konsultan eksternal siap dipanggil untuk mengkaji kurikulum yang sudah ada dan jika perlu akan menambahkan kurikulum baru.

Bagaimana FDK dapat bersaing dengan universitas lain?

Peninjauan kurikulum yang dilakukan diharapkan mampu menyaingi universitas lain yang telah mapan dengan keilmuan komunikasi dan dakwah. Upaya mengejar ketertinggalannya adalah dengan menyajikan kurikulum yang berbeda dari universitas lain yaitu dengan kurikulum yang benafaskan Islam, karena kita berada di UIN berbeda dengan universitas lain sehingga melahirkan lulusan yang berbeda dari universitas lainnya. []