Android Cocok untuk Maniak Gadget

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Hamzah Farihin

Ruang Teater FST, UIN Online - Android menjadi buah bibir para maniak gadget dunia sejak semester kedua tahun lalu. Namun, telepon seluler berbasis sistem operasi Android itu sebenarnya belum dikenal luas masyarakat awam Indonesia.

“Android yang merupakan produk ponsel cerdas, menuntut penggunanya juga harus cerdas, bahkan akan lebih bagus jika selalu tersambung ke jaringan internet setiap saat. Karena tanpa koneksi internet memadai, Android tak punya kelebihan dibandingkan dengan ponsel pintar lainnya,” ucap pengembang aplikasi mobile Andry pada seminar “Introduction to Android” yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Sistem Informasi (HIMSI)  Fakultas Sains dan Teknologi (FST) bekerja sama dengan PT Indosat tbk dan Indosat Mega Media (M2) di Ruang Teater FST, Senin (25/10).

Menurut Andry, sistem operasi Android yang menggunakan versi modifikasi dari kernel Linux ini awalnya dikembangkan Android Inc, sebuah perusahaan yang kemudian dibeli Google dan akhir-akhir ini oleh Open Handset Alliance.

Android sejak awal memiliki konsep sebagai software berbasis kode komputer yang didistribusikan secara terbuka (open source) dan gratis. Open source inilah sebenarnya kata kunci mengapa Android begitu disukai di kalangan para petualang gadget.

Adapun keuntungan open source, lanjut dia, banyak pengembang software yang bisa melihat dan memanfaatkan kode itu serta bisa membuat aplikasi baru di dalamnya. Satu hal yang unik, berbagai aplikasi itu diwadahi dalam sebuah portal, yaitu Android Market, sehingga pengguna tinggal meng-install aplikasi pilihannya.

“Semua ponsel Android yang langsung bekerja sama dengan Google akan punya akses ke Android Market. Namun, sekarang juga sudah tumbuh portal software market di luar Android Market yang memungkinkan ponsel-ponsel Android yang ”indie” bisa menyediakan layanan instalasi berbagai aplikasi tambahan yang dibutuhkan,” ujar sarjana teknik lulusan Teknik Elektro Institut Teknologi Surabaya (ITS) ini.

Misalnya saja di portal Android Market dan sejenisnya disediakan ribuan aplikasi, yang mayoritas bisa didapatkan secara gratis. Karena itu tak heran jika ponsel Android selalu ditunggu kehadirannya oleh para internet mania, terutama bagi yang tak terpisahkan dengan berbagai aplikasi khas dari Google, seperti Google Search, Google Talk, Gmail, Google Maps, dan Google Calendar.

Mardi Hendra dari PR Indosat tentang Indosat Wireless Innovation Contest (IWIC) 2010 optimistis dengan masa depan Android. Sebab, pengalaman berinternet pertama kali bagi masyarakat Indonesia itu lewat ponsel, bukan lewat komputer konvensional.

“Karena itu, pilihan Android ini merupakan pilihan tepat untuk mendorong pertumbuhan internet di Indonesia,” katanya. (ns)