Amsal Bakhtiar: KTM Mandiri Akan Segera Diperbaiki

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter : Nina Rahayu

Rektorat, UINJKT Online – Pembantu Rektor Bidang Administrasi Umum Prof Dr Amsal Bakhtiar menegaskan, sistem Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) Mandiri akan segera diperbaiki. Hal ini bertujuan untuk mempermudah mahasiswa pada saat pembayaran kuliah 25 Januari mendatang. Pernyataan itu disampaikan Amsal kepada UIN Online di ruang kerjanya, Rabu (20/1).

Hingga kini, kata Amsal, Bank Mandiri telah memproduksi lebih dari 1.000 KTM. Kartu ini nantinya akan bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa seperti membayar uang kuliah. Bagi mahasiswa yang belum memiliki KTM, Amsal menjelaskan, yang bersangkutan cukup menunjukkan identitas nama, NIM, fakultas, serta jurusan.

Lebih lanjut mantan Dekan Fakultas Ushuluddin ini menjelaskan, mahasiswa juga dapat membayar melalui layanan internet banking Bank Mandiri. “Untuk masalah KTM Mandiri memang terbilang terlambat, tapi akhirnya bulan ini kami berharap masalah ini akan segara diatasi,” harapnya.

Menurut Amsal, seharusnya masalah pembuatan KTM Mandiri sudah selesai pada September, Oktober dan November. Tapi buktinya hingga saat ini belum juga selesai. Masalah utama terletak pada Bank Mandiri. “Kami sudah mencoba menanyakan, tetapi justru semakin tidak jelas, layaknya di ping-pong saja,” tegasnya.

Masih menurut Amsal, ke depan untuk masalah KTM  mahasiswa baru kemungkinan  pihak UIN Jakarta tidak akan berkerjasama dengan Mandiri ataupun BNI melainkan dengan perusahaan swasta. “Ini baru rencana, kami sedang mencari solusi perusahaan mana yang cocok dan layak untuk diajak berkerjasama,” katanya.

Hal senada juga diungkapkan Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof Dr Ahmad Thib Raya. Menurutnya layanan KTM akan segera diperbaiki. Di samping itu, pihaknya juga tengah mengusahakan agar Dana Kesehatan Mahasiswa (DKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan mahasiswa. “Kami saat ini akan melakukan pertemuan dengan kepala RS. Syahid untuk membahas kerjasama lebih lanjut bagi mahasiswa yang akan rawat inap agar lebih dipermudah, mohon bersabar tunggu informasinya,” tambahnya.

Thib Raya juga menuturkan, selain menyelesaikan masalah  KTM Mandiri  dan DKM juga akan berupaya mempertahankan beasiswa dan donatur untuk mahasiswa yang berprestasi. “Selama ini Bank BRI, Mandiri, dan BNI telah memberikan beasiswa kepada 11 ribu mahasiswa UIN Jakarta , tentunya kami berharap jumlah beasiswa dan donatur ini terus meningkat,” paparnya.

Ke depan Amsal berharap KTM tidak lagi bermasalah.  Tidak hanya itu dia juga berharap  akan lebih meningkatkan sarana dan prasana UIN Jakarta dengan sarana mahasiswa seperti kantin dan halte. Dengan demikian kesejahteraan mahasiswa akan lebih terpenuhi. “Berbagai macam upaya ini kami usahakan demi kebaikan kita bersama,” tegaasnya. []

Amsal Bakhtiar: KTM Mandiri Akan Segera Diperbaiki

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter : Nina Rahayu

Rektorat, UINJKT Online – Pembantu Rektor Bidang Administrasi Umum Prof Dr Amsal Bakhtiar menegaskan, sistem Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) Mandiri akan segera diperbaiki. Hal ini bertujuan untuk mempermudah mahasiswa pada saat pembayaran kuliah 25 Januari mendatang. Pernyataan itu disampaikan Amsal kepada UIN Online di ruang kerjanya, Rabu (20/1).

Hingga kini, kata Amsal, Bank Mandiri telah memproduksi lebih dari 1.000 KTM. Kartu ini nantinya akan bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa seperti membayar uang kuliah. Bagi mahasiswa yang belum memiliki KTM, Amsal menjelaskan, yang bersangkutan cukup menunjukkan identitas nama, NIM, fakultas, serta jurusan.

Lebih lanjut mantan Dekan Fakultas Ushuluddin ini menjelaskan, mahasiswa juga dapat membayar melalui layanan internet banking Bank Mandiri. “Untuk masalah KTM Mandiri memang terbilang terlambat, tapi akhirnya bulan ini kami berharap masalah ini akan segara diatasi,” harapnya.

Menurut Amsal, seharusnya masalah pembuatan KTM Mandiri sudah selesai pada September, Oktober dan November. Tapi buktinya hingga saat ini belum juga selesai. Masalah utama terletak pada Bank Mandiri. “Kami sudah mencoba menanyakan, tetapi justru semakin tidak jelas, layaknya di ping-pong saja,” tegasnya.

Masih menurut Amsal, ke depan untuk masalah KTM  mahasiswa baru kemungkinan  pihak UIN Jakarta tidak akan berkerjasama dengan Mandiri ataupun BNI melainkan dengan perusahaan swasta. “Ini baru rencana, kami sedang mencari solusi perusahaan mana yang cocok dan layak untuk diajak berkerjasama,” katanya.

Hal senada juga diungkapkan Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof Dr Ahmad Thib Raya. Menurutnya layanan KTM akan segera diperbaiki. Di samping itu, pihaknya juga tengah mengusahakan agar Dana Kesehatan Mahasiswa (DKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan mahasiswa. “Kami saat ini akan melakukan pertemuan dengan kepala RS. Syahid untuk membahas kerjasama lebih lanjut bagi mahasiswa yang akan rawat inap agar lebih dipermudah, mohon bersabar tunggu informasinya,” tambahnya.

Thib Raya juga menuturkan, selain menyelesaikan masalah  KTM Mandiri  dan DKM juga akan berupaya mempertahankan beasiswa dan donatur untuk mahasiswa yang berprestasi. “Selama ini Bank BRI, Mandiri, dan BNI telah memberikan beasiswa kepada 11 ribu mahasiswa UIN Jakarta , tentunya kami berharap jumlah beasiswa dan donatur ini terus meningkat,” paparnya.

Ke depan Amsal berharap KTM tidak lagi bermasalah.  Tidak hanya itu dia juga berharap  akan lebih meningkatkan sarana dan prasana UIN Jakarta dengan sarana mahasiswa seperti kantin dan halte. Dengan demikian kesejahteraan mahasiswa akan lebih terpenuhi. “Berbagai macam upaya ini kami usahakan demi kebaikan kita bersama,” tegaasnya. []