Amin Suma : Syariah Seperti Air yang Terus Diperlukan

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone
Reporter : Dwita Yuswandari

Gedung FSH, UIN Online – Dekan Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) Prof Dr Muhammad Amin Suma SH MA MM, mengatakan, keberadaan syariah di tengah masyarakat seperti air yang sangat diperlukan. Jadi syariah tidak mungkin ditiadakan dalam dunia ini. Hal tersebut diungkapkannya dalam Workshop Restrukturisasi Akademik dan Sosialisasi Program Studi FSH, dalam menghalau ketakutan para akademisi jika jurusan di FSH tidak ada minatnya lagi.

Perlunya diadakan restrukturisasi di FSH karena dinamika sosial yang cepat sehingga setiap program studi harus dikaji ulang untuk memenuhi kebutuhan ilmu serta kebutuhan masyarakat. Kegiatan itu ingin memetakan jurusan sesuai dengan bidang studi dan meninjau ulang kurikulum untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Kegiatan tersebut juga merupakan tindak lanjut dari rapat senat pada tahun 2007 untuk meninjau perkembangan program studi (prodi) di UIN Jakarta. Pergeseran minat mahasiswa tampak dari berkurangnya mahasiswa di beberapa prodi di FSH misalnya jurusan Syiyasah Jinayah sehingga perlu diadakan pembaharuan kurikulum untuk perubahan yang lebih baik.

Amin Suma mengatakan, program studi yang memiliki mahasiswa sedikit karena memang kebutuhan akan ilmu tersebut sedikit berbeda dengan bidang keilmuan lain seperti ekonomi, kedokteran dan keguruan, sehingga tak heran jika mahasiswa jurusan tersebut hanya sedikit.

“Tidak terutup kemungkinan setelah diadakan workshop ini akan muncul jurusan atau kensentrasi baru di FSH, seperti Jurusan Pariwisata Syariah,” ujar Amin. Menurutnya, Syariah diperlukan untuk perjalanan pariwisata yang sesuai dengan syariat Islam, seperti mendapatkan fasilitas hotel, restoran ataupun tempat wisata yang tidak bertentangan dengan syariah.

“Apalagi penduduk Indonesia mayoritas muslim sehingga perlu tenaga kerja pariwisata yang mengerti syariah Islam,” tegas Amin. Namun impian tersebut masih perlu persiapan matang dalam hal kurikulum dan administrasi sebelum diajukan ke rektor UIN Jakarta. []

Amin Suma : Syariah Seperti Air yang Terus Diperlukan

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone
Reporter : Dwita Yuswandari

Gedung FSH, UIN Online – Dekan Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) Prof Dr Muhammad Amin Suma SH MA MM, mengatakan, keberadaan syariah di tengah masyarakat seperti air yang sangat diperlukan. Jadi syariah tidak mungkin ditiadakan dalam dunia ini. Hal tersebut diungkapkannya dalam Workshop Restrukturisasi Akademik dan Sosialisasi Program Studi FSH, dalam menghalau ketakutan para akademisi jika jurusan di FSH tidak ada minatnya lagi.

Perlunya diadakan restrukturisasi di FSH karena dinamika sosial yang cepat sehingga setiap program studi harus dikaji ulang untuk memenuhi kebutuhan ilmu serta kebutuhan masyarakat. Kegiatan itu ingin memetakan jurusan sesuai dengan bidang studi dan meninjau ulang kurikulum untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Kegiatan tersebut juga merupakan tindak lanjut dari rapat senat pada tahun 2007 untuk meninjau perkembangan program studi (prodi) di UIN Jakarta. Pergeseran minat mahasiswa tampak dari berkurangnya mahasiswa di beberapa prodi di FSH misalnya jurusan Syiyasah Jinayah sehingga perlu diadakan pembaharuan kurikulum untuk perubahan yang lebih baik.

Amin Suma mengatakan, program studi yang memiliki mahasiswa sedikit karena memang kebutuhan akan ilmu tersebut sedikit berbeda dengan bidang keilmuan lain seperti ekonomi, kedokteran dan keguruan, sehingga tak heran jika mahasiswa jurusan tersebut hanya sedikit.

“Tidak terutup kemungkinan setelah diadakan workshop ini akan muncul jurusan atau kensentrasi baru di FSH, seperti Jurusan Pariwisata Syariah,” ujar Amin. Menurutnya, Syariah diperlukan untuk perjalanan pariwisata yang sesuai dengan syariat Islam, seperti mendapatkan fasilitas hotel, restoran ataupun tempat wisata yang tidak bertentangan dengan syariah.

“Apalagi penduduk Indonesia mayoritas muslim sehingga perlu tenaga kerja pariwisata yang mengerti syariah Islam,” tegas Amin. Namun impian tersebut masih perlu persiapan matang dalam hal kurikulum dan administrasi sebelum diajukan ke rektor UIN Jakarta. []