Amin Suma: Persiapkan Diri Menyambut Puasa Ramadhan

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Jaenuddin Ishaq

Masjid Fathullah, UIN Online - Memasuki bulan suci Ramadhan, sudah semestinya umat Islam harus mempersiapkan diri dengan penuh rasa bahagia. Hal itu bisa dilakukan melaksanakan amal kebaikan, baik yang berhubungan dengan sang pencipta (Allah SWT) maupun sesama manusia.

“Meski bulan Ramadhan tinggal hitungan hari lagi, alangkah baiknya niat untuk melaksanakan amal kebaikan, harus kita lakukan sejak sekarang. Seperti membiasakan shalat fardhu berjamaah dan menghatamkan membaca al-Qur’an,” kata Dekan Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) Prof Dr Amin Suma SH MA MM dalam khutbah Jumat di Masjid Fathullah, Jum’at (30/7).

Amin menegaskan, bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh dengan keagungan. Hingga adanya sebutan terhadap bulan Ramadhan yakni asyuhrul hurum (bulan yang dihormati), merupakan bukti bulan Ramadhan berbeda dari bulan lainnya.

“Coba kita lihat pada bulan Ramadhan tempat hiburan ditutup. Ini bisa jadi isyarat menghormati bulan suci Ramadhan. Tapi bukan berarti di luar bulan Ramadhan, maksiat diperbolehkan,” jelasnya.

Amin menyayangkan masih adanya sebagian masyarakat yang beranggapan keliru dalam memahami hadis Nabi SAW terkait pada bulan Ramadhan syaitan dibelenggu, tapi kemakasiatan masih terlihat dilakukan.

“Ini harus diluruskan, bahwa syaitan terbelenggu yakni karena kebiasaan kita dalam melakukan aktifitas amal shaleh di bulan Ramadhan,” tutur Amin yang juga anggota Dewan Syariah Dompet Dhuafa Republika. []

Amin Suma: Persiapkan Diri Menyambut Puasa Ramadhan

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Jaenuddin Ishaq

Masjid Fathullah, UIN Online - Memasuki bulan suci Ramadhan, sudah semestinya umat Islam harus mempersiapkan diri dengan penuh rasa bahagia. Hal itu bisa dilakukan melaksanakan amal kebaikan, baik yang berhubungan dengan sang pencipta (Allah SWT) maupun sesama manusia.

“Meski bulan Ramadhan tinggal hitungan hari lagi, alangkah baiknya niat untuk melaksanakan amal kebaikan, harus kita lakukan sejak sekarang. Seperti membiasakan shalat fardhu berjamaah dan menghatamkan membaca al-Qur’an,” kata Dekan Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) Prof Dr Amin Suma SH MA MM dalam khutbah Jumat di Masjid Fathullah, Jum’at (30/7).

Amin menegaskan, bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh dengan keagungan. Hingga adanya sebutan terhadap bulan Ramadhan yakni asyuhrul hurum (bulan yang dihormati), merupakan bukti bulan Ramadhan berbeda dari bulan lainnya.

“Coba kita lihat pada bulan Ramadhan tempat hiburan ditutup. Ini bisa jadi isyarat menghormati bulan suci Ramadhan. Tapi bukan berarti di luar bulan Ramadhan, maksiat diperbolehkan,” jelasnya.

Amin menyayangkan masih adanya sebagian masyarakat yang beranggapan keliru dalam memahami hadis Nabi SAW terkait pada bulan Ramadhan syaitan dibelenggu, tapi kemakasiatan masih terlihat dilakukan.

“Ini harus diluruskan, bahwa syaitan terbelenggu yakni karena kebiasaan kita dalam melakukan aktifitas amal shaleh di bulan Ramadhan,” tutur Amin yang juga anggota Dewan Syariah Dompet Dhuafa Republika. []