Amany Lubis: Menulis Bisa Lejitkan Potensi Diri

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Muhammad Nurdin

Gedung FDI, Berita UIN Online- Menulis itu batu loncatan. Batu loncatan untuk melejitkan potensi yang ada dalam diri. Sebab jika potensi diasah dan dilatih terus-menerus maka akan semakin tajam. Karena itu, untuk melejitkan potensi harus dengan membaca dan menulis.

Hal itu disampaikan Guru Besar Sejarah Politik Fakultas Syariah dan Hukum UIN Jakarta Prof Dr Amany Burhanuddin Lubis dalam seminar dan pelatihan jurnalistik bertajuk “Lejitkan Potensimu dengan Menulis” yang diadakan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Dirasat Islamiyah (BEM-FDI), di Aula FDI lantai 2, Selasa (28/12). Turut hadir pembicara Zuhairi Mishrawi, Lc dan Dekan FDI Prof Dr Abuddin Nata, MA.

Amany menegaskan, untuk menghasilkan tulisan yang bagus dan enak dibaca, harus banyak membaca dan  berlatih menulis. Ketika menulis  dibutuhkan  ketelitian, ketekunan, dan  kontinuitas. Di samping itu, menulis harus mempunyai landasan yang kuat, antara lain landasan spritual, sosial, dan budaya.

“Menulis bisa lejitkan potensi. Potensi yang terpendam dalam diri. Untuk lejitkan potensi harus dengan menulis,” ujarnya.

Amany menambahkan, menulis adalah berbagi pengalaman. Dengan menulis kita bisa berbagi pengalaman baik pengalaman spritual, pengalaman sehari-hari  di kampus, di rumah, maupun di jalan.

Sementara itu, menurut Zuhairi, menulis bagaikan olahraga. Sebab ketika menulis otak bergerak mencari ide. Kuncinya adalah banyak membaca sehingga ide akan muncul saat dibutuhkan.

“Semua orang bisa menjadi penulis, tergantung kesungguhan dan kemauan. Mulai sekarang, kuatkan komitmen untuk selalu menulis, menulis , dan menulis,” ujarnya.

Ia menambahkan, penulis yang baik adalah penulis yang sedikit salah. Untuk terhindar dari kesalahan, tulisan harus banyak dibaca dan diedit. Oleh karena itu, penulis yang baik adalah yang mampu mengungkapkan idenya secara komprehensif. []