Allah Beri Hidayah pada Semua Manusia

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone


Reporter: Elly Afriani

Sekolah Pascasarjana, UINJKT Online—Allah sebagai Maha Pemberi Petunjuk memberikan hidayah kepada semua manusia. Hanya saja, manusia yang menentukan apakah mau mengikuti hidayah tersebut ataukah tidak.

Demikian kesimpulan yang diperoleh dari disertasi dosen Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Thaha Saifuddin Jambi Drs. Hadri Hasan MA berjudul “Hidayah dalam al-Quran: Telaah Tafsir Tematik” yang dipromosikan  Senin (21/7) malam di Sekolah Pascasarjana (SPs).

Pendapat Hadri ini, digugat oleh tim  penguji yang terdiri atas Prof Dr Muslim Nasution, Prof Dr Rif’at Sauqi Nawawi, Prof Dr Hamdani Anwar, Prof Dr Ahmad Thib Raya, dan Direktur SPs UIN Jakarta Prof Dr Azyumardi Azra.

Hadri menyatakan, hidayah terbagi dua, yakni Ilahiyah dan Insaniyah. Hidayah Ilahiyah merupakan hak prerogatif Allah, sedangkan hidayah Insaniyah, merupakan proses yang diupayakan oleh manusia.  

“Tidak seorang pun yang tidak dapat hidayah. Tapi, manusialah yang menentukan apakah dia mau mengikuti hidayah tersebut atau tidak,” jelas Hadri.

Hal tersebut menjadi kontroversi selama promosi berlangsung. Penguji banyak mengajukan pertanyaan mengenai pendapatnya. Walaupun penguji meluluskan Hadri, namun mereka meminta Hadri membetulkan disertasinya terutama pendapatnya yang kontroversial itu.

Hadri lulus dengan predikat amat baik dengan IPK 3,16. Dia merupakan doktor ke-574 yang diluluskan SPs UIN Jakarta.*

Allah Beri Hidayah pada Semua Manusia

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone


Reporter: Elly Afriani

Sekolah Pascasarjana, UINJKT Online—Allah sebagai Maha Pemberi Petunjuk memberikan hidayah kepada semua manusia. Hanya saja, manusia yang menentukan apakah mau mengikuti hidayah tersebut ataukah tidak.

Demikian kesimpulan yang diperoleh dari disertasi dosen Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Thaha Saifuddin Jambi Drs. Hadri Hasan MA berjudul “Hidayah dalam al-Quran: Telaah Tafsir Tematik” yang dipromosikan  Senin (21/7) malam di Sekolah Pascasarjana (SPs).

Pendapat Hadri ini, digugat oleh tim  penguji yang terdiri atas Prof Dr Muslim Nasution, Prof Dr Rif’at Sauqi Nawawi, Prof Dr Hamdani Anwar, Prof Dr Ahmad Thib Raya, dan Direktur SPs UIN Jakarta Prof Dr Azyumardi Azra.

Hadri menyatakan, hidayah terbagi dua, yakni Ilahiyah dan Insaniyah. Hidayah Ilahiyah merupakan hak prerogatif Allah, sedangkan hidayah Insaniyah, merupakan proses yang diupayakan oleh manusia.  

“Tidak seorang pun yang tidak dapat hidayah. Tapi, manusialah yang menentukan apakah dia mau mengikuti hidayah tersebut atau tidak,” jelas Hadri.

Hal tersebut menjadi kontroversi selama promosi berlangsung. Penguji banyak mengajukan pertanyaan mengenai pendapatnya. Walaupun penguji meluluskan Hadri, namun mereka meminta Hadri membetulkan disertasinya terutama pendapatnya yang kontroversial itu.

Hadri lulus dengan predikat amat baik dengan IPK 3,16. Dia merupakan doktor ke-574 yang diluluskan SPs UIN Jakarta.*