Al-Tahir Al-Tayib Al-Tahir: Doktor Terbaik Wisuda ke-102 Asal Sudan

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone
Al Tahir Al Tayib Al Tahir, Doktor Terbaik Wisuda ke-102 Asal Sudan

Al Tahir Al Tayib Al Tahir: Doktor Terbaik Wisuda ke-102 Asal Sudan

Gedung Rektorat, Berita UIN Online– Wisuda Sarjana ke-102 UIN Jakarta yang mewisuda 1.043 lulusan telah dilaksanakan pada 26-27 Nopember 2016 di Auditorium Harun Nasution.

Pada wisuda yang dihadiri Menteri Ketenagakerjaan RI tersebut, salah satu lulusannya adalah Al Tahir Al Tayib Al Tahir, menjadi lulusan terbaik Sekolah Pascasarjana (SPs) program Doktor (S3) asal Sudan dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,58 yudisium memuaskan.

Dalam testimoni lulusan terbaik wisuda ke-102 yang ditampilkan saat pelaksanaan wisuda, Thahir mengungkapkan kebahagiannya karena telah mendapatkan kesempatan untuk kuliah di SPs. Pasalnya, selain menjadi lulusan terbaik, ia mengaku mendapatkan banyak hal selama kuliah. Berikut testimoninya:

Aku bersyukur kepada Allah diberi kesempatan kuliah di SPs UIN Jakarta. Di kampus ini, aku dapat memperdalam metode penelitian ilmiah dan belajar berpikir kritis.

Aku juga merasa senang dapat menjalin hubungan persaudaraan dengan para dosen, karyawan dan mahasiswa UIN Jakarta, khususnya Prof Dr Masykuri Abdillah MA, Dr JM Muslimin MA dan Prof Dr Didin Hafidudin MSc.

Selain itu, universitasnya sudah didukung dengan pengelolaan sistem akademik yang bagus, kurikulum yang terstruktur, pelayanan yang baik, dosen yang berkualitas dan gedung yang bagus.

Di sini, aku dapat belajar kerendahan hati dan semangat berkarya. Tidak lupa, salam hormatku untuk para dosen semua. Aku berdoa untuk kesuksesan dan kejayaan UIN Jakarta. Syukron Katsiron UIN Jakarta!!!

Selain mengungkapkan kegembiraannya, doktor yang disertasinya berjudul Tanmiyah Maharatay al-Istima’ wa al-Kalam fi Ta’lim al-Lughah al-’Arabiyyah li al-Natiqin Bighairiha Talab Qism al-I’dad al-Lughawi bi Ma’had al-’Ulum al-Islamiyyah wa al-’Arabiyyah fi Jakarta itu juga menyampaikan saran untuk kemajuan UIN Jakarta terkait bidang bahasa Arab.

”Saya berharap UIN Jakarta dapat terus memberikan perhatian lebih terhadap pemahaman dan penguasaan bahasa Arab, terutama dari segi tata bahasanya yang mencakup listening, reading, writing dan speaking,” ujar pria kelahiran Sudan 12 September 1974 itu usai pelaksanaan wisuda, Ahad (27/11/2016). (mf)