Ahmad Azwar: Studi dan Organisasi Harus Seimbang

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Jaenuddin Ishaq

Aula Madya, UINJKT Online – Dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) dr Ahmad Azwar mengatakan, mahasiswa hendaknya dapat menyeimbangkan antara kewajiban studi dan berorganisasi. Ketika seseorang terjun ke organisasi, jangan melupakan kewajibannya sebagai pelajar (mahasiswa).

“Tentunya sangat berbeda antara orang yang berorganisasi dan tidak. Orang yang berorganisasi lebih terarah dalam beraktivitas dan dapat bekerjasama dengan tim,” kata Ahmad dalam Workshop tentang keorganisasian bertema Be a Professional Person In Academic and Organization yang diadakan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Jurusan Pendidikan Dokter FKIK di Aula Madya, Sabtu (9/5).

Diakuinya, ketika seseorang berorganisasi pasti ada yang dikorbankan, seperti waktu dan tenaga. Dalam situasi demikian, seseorang harus dapat memilih kegiatan mana yang hendaknya menjadi prioritas. Sehingga dapat menjadi seorang yang profesional.

Menurutnya, profesional berasal dari kata profesi. Profesi berbeda dengan pekerjaan, profesi memiliki lembaga dan mempunyai aturan. Sedangkan pekerjaan tidak. “Dulu memang sopir dan kondektur sebagai pekerjaan, kini mereka memiliki organisasi seperti Personek atau Persatuan Sopir dan Kenek,” jelas Ahmad.

Sementara itu, Sakinah Gina mahasiswa semester delapan Pendidikan Dokter mengatakan, orang yang profesional memiliki enam kategori yaitu shidiq, bertindak afisien-efektif, silaturrahim, disiplin-menempati janji, cerdas, dan amanah.

Ia menambahkan, dalam memilih organisasi seseorang harus sesuai dengan minat. “Dan belajar tentunya jangan sampai ditinggalkan,” ujar Gina. Akademik untuk menuntut ilmu dan organisasi  pengaplikasiannya.

Ahmad Azwar: Studi dan Organisasi Harus Seimbang

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Jaenuddin Ishaq

Aula Madya, UINJKT Online – Dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) dr Ahmad Azwar mengatakan, mahasiswa hendaknya dapat menyeimbangkan antara kewajiban studi dan berorganisasi. Ketika seseorang terjun ke organisasi, jangan melupakan kewajibannya sebagai pelajar (mahasiswa).

“Tentunya sangat berbeda antara orang yang berorganisasi dan tidak. Orang yang berorganisasi lebih terarah dalam beraktivitas dan dapat bekerjasama dengan tim,” kata Ahmad dalam Workshop tentang keorganisasian bertema Be a Professional Person In Academic and Organization yang diadakan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Jurusan Pendidikan Dokter FKIK di Aula Madya, Sabtu (9/5).

Diakuinya, ketika seseorang berorganisasi pasti ada yang dikorbankan, seperti waktu dan tenaga. Dalam situasi demikian, seseorang harus dapat memilih kegiatan mana yang hendaknya menjadi prioritas. Sehingga dapat menjadi seorang yang profesional.

Menurutnya, profesional berasal dari kata profesi. Profesi berbeda dengan pekerjaan, profesi memiliki lembaga dan mempunyai aturan. Sedangkan pekerjaan tidak. “Dulu memang sopir dan kondektur sebagai pekerjaan, kini mereka memiliki organisasi seperti Personek atau Persatuan Sopir dan Kenek,” jelas Ahmad.

Sementara itu, Sakinah Gina mahasiswa semester delapan Pendidikan Dokter mengatakan, orang yang profesional memiliki enam kategori yaitu shidiq, bertindak afisien-efektif, silaturrahim, disiplin-menempati janji, cerdas, dan amanah.

Ia menambahkan, dalam memilih organisasi seseorang harus sesuai dengan minat. “Dan belajar tentunya jangan sampai ditinggalkan,” ujar Gina. Akademik untuk menuntut ilmu dan organisasi  pengaplikasiannya.