Agribisnis Dorong Perekonomian Bangsa

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

 

Reporter: Nur Fitriyani

Gedung Auditorium, BERITA UIN Online – Indonesia merupakan negara penghasil produk pertanian yang berlimpah dan beraneka ragam. Potensi besar ini merupakan modal utama untuk pengembangan agribisnis di Indonesia guna mendorong perekonomian bangsa. Agribisnis merupakan langkah untuk memberikan nilai tambah suatu produk pertanian sehingga menghasilkan nilai jual yang lebih tinggi.

Hal itu dikatakan mantan Menteri Pertanian Dr Ir Anton Apriyantono MS saat memberikan kuliah umum bertajuk “Membangun Perekonomian Bangsa Melalui Sektor Agribisnis” di Gedung Auditorium Prof Dr Harun Nasution, Jum’at (23/11).

Anton mengungkapkan, berdasarkan laporan Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) tahun 2012, Indonesia merupakan negara kesepuluh terbesar penghasil kelapa sawit di dunia. Tidak hanya itu, Indonesia juga merupakan penghasil kakao terbesar ke tiga, penghasil vanila terbesar di dunia, dan masih banyak lagi.

“Indonesia memiliki potensi besar yang bisa dimanfaatkan. Melalui agribisnis, pengelolaan bahan mentah secara profesional dapat memberikan nilai tambah produk tersebut.” katanya

Anton menambahkan, kelapa sawit misalnya. Dari bagian kelapa sawit, hanya 10% yang menghasilkan minyak, sisanya 90 persen merupakan biomasa yang jika diolah bisa menjadi produk bernilai jual tinggi. Untuk menghasilkan keuntungan yang berlipat, kita tidak hanya mengekspor bahan mentahnya saja, melainkan menghasilkan produk siap pakai yang berkualitas.

“Kita bisa melihat contoh dari Starbuck, kedai kopi asal Amerika Serikat. Harga jual secangkir kopi Starbuck bisa berpuluh kali lipat dari harga secangkir kopi di kedai biasa. Padahal bahan baku kopi yang digunakan adalah kopi impor dari negara lain. Kopi tersebut dikemas dan dipasarkan sedemikian rupa sehingga menghasilkan nilai jual yang jauh lebih tinggi,” ungkapnya.

Anton berharap, sebagai mahasiswa agribisnis yang nantinya menjadi sarjana agribisnis, harus bertekad untuk terjun langsung ke dunia agribisnis. Tenaga ahli ini diharapkan mampu menciptakan inovasi-inovasi baru, bersinergi, dan mencari peluang untuk meningkatkan nilai ekonomi pruduk.

“Banyak hal yang bisa dikembangkan tidak hanya sekadar menghasilkan produk mentah. Kita dapat mengembangkan pengelolaan dalam aspek budidaya, pascapanen, proses pengolahan, hingga tahap pemasaran. Jika dikelola dengan baik dan serius, ini nantinya akan meningkatkan nilai ekonomi produk tersebut.” katanya.