Agama Pilar Peradaban

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Ada dua cara termudah untuk menimbang dan menghargai benarkah agama sebagai pilar peradaban. Pertama, dengan melihat sejarah, monumen, dan warisan peradaban, apakah yang diwariskan oleh agama-agama besar dunia.

Kedua, buat saja pengandaian, kehidupan model apakah yang akan terjadi ketika sebuah keluarga, masyarakat,bangsa,dan negara tidak memiliki agama? Warisan agama yang intangibledan universal serta tertanam kuat adalah keyakinan adanya karmic law. Yaitu kesadaran dan keyakinan bahwa perbuatan baik-buruk seseorang pasti akan memperoleh akibatnya, entah sekarang atau pada kehidupan lanjut setelah kematian.

Keyakinan ini dijumpai pada semua agama dengan berbagai formula dan penjelasannya. Semua pemeluk agama mengenal apa yang disebut guilty feeling. Yaitu rasa salah dan dosa ketika melakukan tindakan yang tidak baik, yang merugikan dan mencelakakan orang lain. Warisan Nabi Musa yang tercantum dalam Sepuluh Perintah Tuhan sangat jelas dan kuat pengaruhnya bagi pemeluk Yahudi dan pesan moralnya universal.

Manusia diseru untuk beriman pada Tuhan Yang Esa, jangan mencuri dan berzina, dan senantiasa taat pada hukum Tuhan. Lalu warisan Nabi Isa yang oleh umat Kristiani diseru sebagai Tuhan Yesus sangat menekankan hukum moral yang berpusat pada kasih sayang, pelayanan, dan pengorbanan untuk membela mereka yang menderita.

Ratusan juta penduduk bumi merasa terinspirasi dan tercerahkan oleh ajaran Musa dan Yesus. Tak terhitung lagi berbagai kegiatan kemanusiaan dilakukan dari abad ke abad karena inspirasi dan ingin mengikuti ajaran kedua tokoh tersebut. Menurut Marx Weber, Etika Protestan bahkan telah mendorong lahirnya masyarakat industri dan kapitalis di awal abad-20. Mereka memiliki doktrin bahwa Tuhan lebih mencintai pada mereka yang mau kerja keras dan hidup hemat.

Tuhan itu Mahakasih Sayang, namun kasih-Nya mesti dijemput dengan kerja keras. Lalu sosok Nabi Muhammad telah mengubah masyarakat jahiliah padang pasir Arab waktu itu menjadi pusat peradaban besar yang masih terus berkembang hingga hari ini. Nabi Muhammad dikenal oleh sejarah sebagai penggerak umatnya untuk mencintai ilmu pengetahuan, mengajarkan persamaan hak, dan mengangkat harkat wanita.

Tetapi sangat disesalkan,prestasi besar peradaban yang dimotori, diwariskan, dan diteruskan oleh para sahabatnya mengalami kemandekan setelah tersaingi oleh kemajuan Eropa dan Amerika. Supremasi ilmu pengetahuan dan pembelaan hakhak asasi manusia lebih menonjol dikumandangkan oleh Barat, sekalipun Barat juga memiliki banyak catatan hitam tentang kemanusiaan.

Pejuang peradaban dunia pantas berterima kasih kepada sosok-sosokreligiusseperti Thomas Jefferson, Mahatma Gandhi, Ayatullah Khomeini, Nelson Mandela, dan sekian aktor sejarah lain,yang sepak terjang hidupnya sangat diinspirasi oleh nilai-nilai agama. Di Indonesia kita akan menemukan para pejuang kemerdekaan dan kemanusiaan yang kental sekali penghayatan dan keyakinan agamanya.

Jasa mereka bagi bangsa dan masyarakat jauh lebih dirasakan ketimbang gerakan ekstremis yang mengaku sebagai pembela agama. Dalam bidang peradaban yang bersifat tangible atau kasatmata,yang paling spektakuler adalah dalam bidang seni arsitektur. Hampir semua bangunan tua yang indah dan megah selalu diinspirasi dan dimotivasi oleh keyakinan agama.

Kalau sempat jalan-jalan ke Eropa, kita akan dibuat kagum oleh berbagai bangunan gereja yang sangat megah dan indah. Begitu pun di Spanyol dan Turki, keindahan dan kemegahan masjid kuno menjadi objek turis dunia yang sangat terkenal. Di India terdapat banyak kuil-kuil yang artistik. Yang tak kalah indahnya justru terdapat di Indonesia, yaitu Candi Borobudur dan Prambanan. Di Indonesia, kita mudah melihat berbagai bangunan tempat ibadah yang indah senantiasa bermunculan.

Masih dalam bidang seni, banyak seni tari, musik, dan puisi yang kesemuanya dicipta karena dorongan penghayatan iman.Tak terhitung lagi, berapa juta judul buku keagamaan yang mengajak pembacanya untuk memajukan ilmu pengetahuan, mendorong perdamaian, dan berperilaku terpuji. Ajakan dan bimbingan agama untuk membangun peradaban agung senantiasa bergema dari zaman ke zaman.

Pemikir dan pejuang kemanusiaan yang berangkat dari kesadaran agama selalu lahir di setiap zaman. Semua ini sebuah kenyataan yang tak terbantahkan dan tak terkalahkan oleh sekelompok gerakan yang mengusung simbol agama, namun nyatanya malah merusak citra dan martabat agama. Karena itu, tidak mengherankan jika sekarang ini pusat-pusat studi keagamaan berkelas dunia semakin bertambah jumlahnya.