Agama dan Negara Ibarat Dua Sisi Mata Uang

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Fauziah Mursid dan Hilda Savitri

Auditorium, BERITA UIN Online - Agama dan negara ibarat dua sisi mata uang yang saling melengkapi. Norma-norma agama dipandang sebagai hukum yang efektif untuk membentuk tatanan masyarakat yang beradab. Hal itu diungkapkan Ajun Komisaris Besar Drs H Sukarna MM yang mewakili Kapolda Metro Jaya saat memberikan kuliah umum memperingati Hari Kesaktian Pancasila yang diadakan Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) di Auditorium Prof Dr Harun Nasution, Rabu (1/6).

“Pemahaman tentang Islam yang baik dan benar akan mempertebal keilmuan dan ketakwaan seseorang. Hal ini akan menumbuhkan rasa cinta Tanah Air, sehingga timbul rasa nasionalisme yang pada akhirnya tercipta keamanan serta ketertiban di masyarakat,” ujar Sukarna. Dia juga menambahkan, keamanan dan ketertiban NKRI dapat terwujud jika ada kerja sama antara kepolisian dengan masyarakat.

“Kejahatan terjadi bukan hanya karena niat pelakunya, tetapi juga karena ada kesempatan,” tambah Sukarna menirukan ungkapan “Bang Napi”.

Dalam kesempatan yang sama, Rektor mengatakan UIN Jakarta sebagai kampus yang mempunyai akar keislaman kuat harus berperan membantu menumbuhkan perilaku Islami pada masyarakat Indonesia yang mayoritas muslim. “Kita tidak harus menjadikan Indonesia sebagai negara Islam, tetapi dengan mengamalkan nilai-nilai Pancasila, kita akan menjadikan Indonesia negara yang berciri Islami,” ungkapnya.

Pada bagian lain, Rektor juga menghimbau agar mahasiswa dapat menjaga nama baik kampus di tengah pencitraan UIN Jakarta sebagai “penggerak” munculnya aliran-aliran sesat di Indonesia.

Dalam kuliah umum bertema “Aspek Keislaman, Keilmuan, dan Keindonesiaan dalam Memelihara Keislaman di Indonesia” tersebut dihadiri Rektor Prof Dr Komaruddin Hidayat,  Dekan FSH Prof Dr Muhammad Amin Suma, serta Pembantu Dekan Bidang Kemahasiswaan FSH Dr JM Muslimin.