Ada “UIN” di Taman Kampus

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Lettering  

JIKA Anda memasuki areal taman kampus di sekitar Gedung Rektorat, Anda tentu akan melihat pemandangan berbeda dibanding sebelumnya. Di taman itu kini tak hanya terhampar rerumputan atau pepohonan rindang beraneka jenis, tetapi dihiasi juga dengan sebuah bangunan beton kokoh bertuliskan “UIN Syarif Hidayatullah Jakarta”.

Bangunan itu sendiri baru seumur jagung berdiri. Bentuknya berupa huruf “UIN” sebagai pilar utama dengan polesan warna biru. Lalu, di depan huruf itu menempel nama kampus yang dicat putih berikut lokasinya, “Syarif Hidayatullah Jakarta”. Menurut Kepala Bagian Umum Drs Abdul Wadud MA, panjang bangunan lettering UIN itu 10 meter dan tinggi 3,5 meter serta lebar sekitar dua meter. “Pembangunannya berlangsung selama sekitar dua bulan,” katanya.

Abdul Wadud menambahkan, tujuan pembuatan lettering itu tak lain sebagai tempat untuk berfoto ria, baik kalangan tamu maupun warga sivitas akademika. Selebihnya tentu saja sebagai “pemanis” taman (landscap) agar tampak asri dan penuh estetik. “Selama ini kalau ada mahasiswa, para wisudawan, atau siapa saja yang ingin berfoto selalu mengambil objek gedung sebagai latarbelakang. Nah, dengan adanya lettering, mereka bisa membuat kenangan nama kampus mereka sendiri,” bebernya.

Ide dasar pembuatan lettering berasal dari Rektor Prof Dr Komaruddin Hidayat. Awalnya, pada Wisuda Sarjana ke-78 Januari lalu, ia sering melihat para wisudawan dan keluarga mereka sehabis wisuda sarjana mencari lokasi untuk berfoto-foto sebagai kenang-kenangan. Ide pun bergulir dan jadilah sebuah bangunan “bermerek” UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu kini.

Konsep pembangunan lettering UIN tak sesederhana dibuat, tetapi dilakukan oleh seorang arsitek yang disewa pihak UIN Jakarta. “Kita sewa arsitek agar hasil pembangunannya lebih bermutu dan sesuai rencana,” kata Abdul Wadud seraya enggan menyebutkan siapa arsitek dimaksud dan besarnya biaya yang dikeluarkan.

Kini, di lahan seluas sekitar satu hektar itu, nama “UIN Syarif Hidayatullah” sering menjadi obyek menarik para fotografer amatiran. Bahkan, tak sedikit juga di antara pengunjung yang hanya duduk-duduk di emperan lettering sekadar untuk bersantai.

Nah, jika Anda tertarik dan ingin mengabadikan nama “UIN Syarif Hidayatullah” melalui kamera Anda, segera pasang aksi, dan, klik! klik! Selanjutnya, silakan cetak atau cukup simpan disk file Anda.* (elly afriani)

 

Ada “UIN” di Taman Kampus

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Lettering  

JIKA Anda memasuki areal taman kampus di sekitar Gedung Rektorat, Anda tentu akan melihat pemandangan berbeda dibanding sebelumnya. Di taman itu kini tak hanya terhampar rerumputan atau pepohonan rindang beraneka jenis, tetapi dihiasi juga dengan sebuah bangunan beton kokoh bertuliskan “UIN Syarif Hidayatullah Jakarta”.

Bangunan itu sendiri baru seumur jagung berdiri. Bentuknya berupa huruf “UIN” sebagai pilar utama dengan polesan warna biru. Lalu, di depan huruf itu menempel nama kampus yang dicat putih berikut lokasinya, “Syarif Hidayatullah Jakarta”. Menurut Kepala Bagian Umum Drs Abdul Wadud MA, panjang bangunan lettering UIN itu 10 meter dan tinggi 3,5 meter serta lebar sekitar dua meter. “Pembangunannya berlangsung selama sekitar dua bulan,” katanya.

Abdul Wadud menambahkan, tujuan pembuatan lettering itu tak lain sebagai tempat untuk berfoto ria, baik kalangan tamu maupun warga sivitas akademika. Selebihnya tentu saja sebagai “pemanis” taman (landscap) agar tampak asri dan penuh estetik. “Selama ini kalau ada mahasiswa, para wisudawan, atau siapa saja yang ingin berfoto selalu mengambil objek gedung sebagai latarbelakang. Nah, dengan adanya lettering, mereka bisa membuat kenangan nama kampus mereka sendiri,” bebernya.

Ide dasar pembuatan lettering berasal dari Rektor Prof Dr Komaruddin Hidayat. Awalnya, pada Wisuda Sarjana ke-78 Januari lalu, ia sering melihat para wisudawan dan keluarga mereka sehabis wisuda sarjana mencari lokasi untuk berfoto-foto sebagai kenang-kenangan. Ide pun bergulir dan jadilah sebuah bangunan “bermerek” UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu kini.

Konsep pembangunan lettering UIN tak sesederhana dibuat, tetapi dilakukan oleh seorang arsitek yang disewa pihak UIN Jakarta. “Kita sewa arsitek agar hasil pembangunannya lebih bermutu dan sesuai rencana,” kata Abdul Wadud seraya enggan menyebutkan siapa arsitek dimaksud dan besarnya biaya yang dikeluarkan.

Kini, di lahan seluas sekitar satu hektar itu, nama “UIN Syarif Hidayatullah” sering menjadi obyek menarik para fotografer amatiran. Bahkan, tak sedikit juga di antara pengunjung yang hanya duduk-duduk di emperan lettering sekadar untuk bersantai.

Nah, jika Anda tertarik dan ingin mengabadikan nama “UIN Syarif Hidayatullah” melalui kamera Anda, segera pasang aksi, dan, klik! klik! Selanjutnya, silakan cetak atau cukup simpan disk file Anda.* (elly afriani)