A Riawan Amin Terima Doktor HC

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Akhwani Subkhi

Auditorium Utama, UINJKT Online – UIN Jakarta menganugerahkan gelar doktor kehormatan (Honoris Causa) kepada Presiden Direktur Bank Muamalat A Riawan Amin dalam bidang Perbankan Syariah. Prosesi pemberian gelar kehormatan ini dilakukan dalam rapat senat terbuka yang dipimpin Rektor UIN Jakarta Prof Dr Komaruddin Hidayat di Auditorium Utama, Sabtu (11/7).


Penganugerahan doktor HC ini di promotori oleh Prof Dr Sri Edi Swasono dan Prof Dr Muhammad Amin Suma. Menurut Edi Swasono setidaknya ada empat alasan mengapa Ariawan berhak menerima gelar ini. Pertama, Riawan dinilai telah membuktikan dirinya sebagai seorang ilmuan berkaliber yang mengajukan penjelasan teoretikal tentang bank syariah dalam konteks ekonomi syariah dan umum.

Kedua, ia mampu menyelamatkan aksioma vialibility bank syariah dengan gemilang. Ketiga, ia mampu membuktikan validitas teori dan pandangan-pandangannya melalui sosialisasi, advokasi dan praktik. Dan keempat, Riawan termasuk sebagai tokoh pelaku utama dalam mempopulerkan bank syariah. “Dengan alasan-alasan tersebut maka kami anugerahkan gelar ini kepada saudara Riawan Amin,” katanya.

Riawan dalam pidatonya mengatakan sistem ekonomi kapitalis yang masih diterapkan oleh pemerintah saat ini sudah semestinya di reformasi. Menurut dia sistem kapitalis tidak bisa dipertahankan karena efisiensi yang dijanjikan dan keadilan bagi semua pelaku ekonomi tidak terbukti.

“Sistem ekonomi syariah dengan anti maysir, gharar, riba dan bathil-nya secara teknis terbukti memberikan solusi atas kelemahan sistem ekonomi kapitalis,” paparnya. Perbankan syariah, ia melanjutkan, berperan juga dalam memacu UMKM yang menjadi jantung bagi perekonomian Indonesia.

Meski market size perbankan syariah baru dua tahun, tapi sudah membuktikan sebagai solusi perekonomian bangsa. Hal tersebut menurut dia karena perbankan syariah lebih prudent, seperti ditunjukkan oleh kecilnya kredit bermasalah dan lebih unggul dalam menggerakkan sektor riil yang ditunjukkan oleh tingginya LDR.

“Saya berharap di masa mendatang perbankan syariah dapat berperan menjadi agen bagi pengelolaan dana sosial seperti zakat, infak dan sedekah,” harapnya. Riawan Amin lahir dari pasangan Mr. SM. Amin dan Cut Maryam di Tanjung Pinang, Riau, pada 27 April 1958. Pendidikan terakhir dia yaitu master bidang Interdisiplinery Study pada University of Texas, Amerika Serikat pada 1987.

Sejak usia muda, Riawan Amin telah menggeluti dunia kerja dan jasa dalam bidang ekonomi dan keuangan, khususnya perbankan. Tonggak awal perkenalannya dengan dunia kerja dan usaha dimulai pada 1987-1989 ketika ia menjabat sebagai Enviromental Engineer AEGIS Internasional, El Paso, Texas.

 

A Riawan Amin Terima Doktor HC

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Akhwani Subkhi

Auditorium Utama, UINJKT Online – UIN Jakarta menganugerahkan gelar doktor kehormatan (Honoris Causa) kepada Presiden Direktur Bank Muamalat A Riawan Amin dalam bidang Perbankan Syariah. Prosesi pemberian gelar kehormatan ini dilakukan dalam rapat senat terbuka yang dipimpin Rektor UIN Jakarta Prof Dr Komaruddin Hidayat di Auditorium Utama, Sabtu (11/7).


Penganugerahan doktor HC ini di promotori oleh Prof Dr Sri Edi Swasono dan Prof Dr Muhammad Amin Suma. Menurut Edi Swasono setidaknya ada empat alasan mengapa Ariawan berhak menerima gelar ini. Pertama, Riawan dinilai telah membuktikan dirinya sebagai seorang ilmuan berkaliber yang mengajukan penjelasan teoretikal tentang bank syariah dalam konteks ekonomi syariah dan umum.

Kedua, ia mampu menyelamatkan aksioma vialibility bank syariah dengan gemilang. Ketiga, ia mampu membuktikan validitas teori dan pandangan-pandangannya melalui sosialisasi, advokasi dan praktik. Dan keempat, Riawan termasuk sebagai tokoh pelaku utama dalam mempopulerkan bank syariah. “Dengan alasan-alasan tersebut maka kami anugerahkan gelar ini kepada saudara Riawan Amin,” katanya.

Riawan dalam pidatonya mengatakan sistem ekonomi kapitalis yang masih diterapkan oleh pemerintah saat ini sudah semestinya di reformasi. Menurut dia sistem kapitalis tidak bisa dipertahankan karena efisiensi yang dijanjikan dan keadilan bagi semua pelaku ekonomi tidak terbukti.

“Sistem ekonomi syariah dengan anti maysir, gharar, riba dan bathil-nya secara teknis terbukti memberikan solusi atas kelemahan sistem ekonomi kapitalis,” paparnya. Perbankan syariah, ia melanjutkan, berperan juga dalam memacu UMKM yang menjadi jantung bagi perekonomian Indonesia.

Meski market size perbankan syariah baru dua tahun, tapi sudah membuktikan sebagai solusi perekonomian bangsa. Hal tersebut menurut dia karena perbankan syariah lebih prudent, seperti ditunjukkan oleh kecilnya kredit bermasalah dan lebih unggul dalam menggerakkan sektor riil yang ditunjukkan oleh tingginya LDR.

“Saya berharap di masa mendatang perbankan syariah dapat berperan menjadi agen bagi pengelolaan dana sosial seperti zakat, infak dan sedekah,” harapnya. Riawan Amin lahir dari pasangan Mr. SM. Amin dan Cut Maryam di Tanjung Pinang, Riau, pada 27 April 1958. Pendidikan terakhir dia yaitu master bidang Interdisiplinery Study pada University of Texas, Amerika Serikat pada 1987.

Sejak usia muda, Riawan Amin telah menggeluti dunia kerja dan jasa dalam bidang ekonomi dan keuangan, khususnya perbankan. Tonggak awal perkenalannya dengan dunia kerja dan usaha dimulai pada 1987-1989 ketika ia menjabat sebagai Enviromental Engineer AEGIS Internasional, El Paso, Texas.