96 Peserta Lulus Beasiswa Bidik Misi

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Kantor Kemahaiswaan, BERITA UIN Online–Sebanyak 96 orang dinyatakan lulus meraih Beasiswa Biidk Misi 2012 UIN Jakarta. Jumlah tersebut merupakan penyaringan dari 147 orang yang memilih program studi dan mengikuti Seleksi Masuk Mahasiswa Baru Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri ( SPMB PTAIN) pada 19 Juni lalu di UIN Jakarta.  Pada 2012 ini, pendaftaran dan penerimaan Beasiswa Bidik Misi PTAIN hanya dapat dilakukan melalui SPMB PTAIN.

Menurut Amelia Hidayat, staf Bagian Kemahasiswaan, pada 2012 ini UIN Jakarta mendapatkan kuota Beasiswa Bidik Misi sebanyak 150 kursi. Dengan demikian, tentunya masih terdapat kursi yang belum terisi. Untuk memenuhi kuota tersebut, UIN Jakarta akan memberikan kepada calon penerima yang secara akademis dan administratif memenuhi syarat.

“Kemarin ketika pendaftaran banyak yang salah klik. Ketika pendaftarab online, mereka ada yang memilih program reguler, bukan Bidik Misi. Mereka mengadu ke sini. Jadi ini ada kesalahan saat mendaftar,”kata Amelia di ruang kerjanya, Kantor Kemahasiswaan, Senin (13/8).

Untuk kepentingan itu, lanjut dia, UIN Jakarta akan meminta kebijaksaan Kementerian Agama (Kemenag) agar mereka yang mengalami kesalahan dalam pendafataran bisa ditolerir. “Mereka juga mengirimkan berkas-berkas ke sini. Jadi mereka memang betul memilih program Beasiswa Bidik Misi,”paparnya.

Selain itu, katanya, terdapat pula sejumlah calon penerima yang dinyatakan lulus, tetapi mereka tidak mengikuti  tes wawancara.  “Di antaranya ada yang karena alasan sakit.  Mereka sudah datang ke sini,”sambungnya.

Penerimaan dan seleksi Beasiswa Bidik Misi 2012 UIN Jakarta dilakukan tidak hanya berdasarkan krieteria akdemis, tetapi juga kriteria ekonomi keluarga. Oleh karena itu, meskipun seseorang secara akademios lulus, tetapi ia berasal dari kelaurga mampu, maka secara otomatis namanya dicoret.

Untuk memastikan apakah seseorang berasal dari keluarga msikin atau mampu, pihak UIN Jakarta melakukan visitasi ke calon penerima. “Ada calon peserta yang lulus ujian, tetapi setelah kita cek ke rumahnya, ternyata ia orang kaya. Rumahnya tingkat dua, karena kita batalkan,”tegasnya.

Mahasiswa yang mendapatkan beasiswa ini, selain dibebaskan dari kewajiban membayar uang kuliah, mereka juga mendapatkan uang saku sebanyak Rp 600 ribu perbulan. Uang tersebut harus digunakan untuk keperluan dan kegiatan belajar, seperti membeli buku dan akomodasi perkuliahan. (D antariksa/saifudin)