622 Peserta Lolos PMDK

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Gedung Rektorat, UIN Online – Sebanyak 622 dari 1.300 peserta Penelusuran Minat dan Kemampuan (PMDK) lolos seleksi. Jumlah tersebut diterima di 49 prodi dari 59 prodi yang ditawarkan.

Pada pengumuman kelulusan yang dikeluarkan Sabtu (27/3), peserta terbesar diterima di Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan yang mencapai 179 peserta. Sementara jumlah terkecil berada di Fakultas Ushuluddin, yakni 11 peserta.

Informasi kelulusan PMDK dikeluarkan sejak sekitar pukul 00.00 atau Sabtu dini hari melalui papan informasi dan website UIN Jakarta. Namun, para peserta tampaknya lebih banyak yang mengakses informasi kelulusan itu melalui website ketimbang datang langsung ke kampus. Informasi langsung disampaikan dalam papan pengumuman di depan Gedung Fakultas lmu Tarbiyah dan Keguruan.

Drs Amrullah, guru MAN Cijantung, Ciamis, Jawa Barat, misalnya, memilih untuk tidak datang ke kampus. Alasannya selain jauh, informasi melalui website dinilai lebih praktis dan menghemat biaya. “Saya cukup mengakses website dan itu sudah memadai. Alhamdulillah, ketiga peserta didik saya diterima,” ujarnya saat dihubungi melalui saluran telepon. Peserta dari MAN Cijantung, menurut Amrullah, termasuk yang selalu banyak diterima melalui jalur PMDK setiap tahunnya.

Meski demikian beberapa peserta yang tinggal di sekitar kawasan Jabotabek, justru lebih memilih datang ke kampus. Alasan mereka selain terjangkau juga agar tak mengundang rasa penasaran. “Saya sejak pagi buta sudah ada di kampus. Begitu melihat di papan pengumuman, nama saya pun tercantum,” kata Kiki Ulfah, peserta yang diterima di Jurusan Jurnalistik Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi, seraya tersenyum.

Calon mahasiswa baru melalui PMDK setiap tahunnya cukup “bersaing” ketat. Hal itu terlihat dari jumlah peminat yang cukup besar, bahkan beberapa sekolah sempat mengajukan permintaan untuk menambah kuota. Ketua PMB PMDK Drs H Abd Shomad MA menyebutkan, jumlah kuota jalur PMDK tak lebih dari 20 persen dari total seluruh jalur seleksi. Kuota terbesar, 40 persen, disediakan pada jalur Ujian Mandiri yang akan digelar mulai awal Mei mendatang.

Menurut Abd Shomad, ketentuan penerimaan jalur PMDK setiap sekolah hanya boleh mengirim tiga dari 10 siswa terbaik. Ketentuan lain peserta tak boleh memilih lebih dari satu prodi yang ditawarkan. Dengan demikian kesempatan setiap peserta sangat bergantung pada dua hal, jumlah kuota dan “persaingan” memilih prodi.

Persaingan cukup wajar mengingat tahun ini jumlah sekolah yang mendaftar terbilang banyak. “Kami mengirim lebih dari 100 undangan ke sekolah-sekolah unggulan di seluruh Indonesia,” kata Drs Abdul Aziz Hasibuan MPd, Koordinator Jalur PMDK. Undangan yang besar itu dilakukan agar peserta dari daerah banyak memperoleh kesempatan kuliah di UIN Jakarta. “Tahun mendatang insya Allah akan lebih banyak lagi sekolah yang diundang,” lanjutnya. (ns)

 

 

 

622 Peserta Lolos PMDK

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Gedung Rektorat, UIN Online – Sebanyak 622 dari 1.300 peserta Penelusuran Minat dan Kemampuan (PMDK) lolos seleksi. Jumlah tersebut diterima di 49 prodi dari 59 prodi yang ditawarkan.

Pada pengumuman kelulusan yang dikeluarkan Sabtu (27/3), peserta terbesar diterima di Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan yang mencapai 179 peserta. Sementara jumlah terkecil berada di Fakultas Ushuluddin, yakni 11 peserta.

Informasi kelulusan PMDK dikeluarkan sejak sekitar pukul 00.00 atau Sabtu dini hari melalui papan informasi dan website UIN Jakarta. Namun, para peserta tampaknya lebih banyak yang mengakses informasi kelulusan itu melalui website ketimbang datang langsung ke kampus. Informasi langsung disampaikan dalam papan pengumuman di depan Gedung Fakultas lmu Tarbiyah dan Keguruan.

Drs Amrullah, guru MAN Cijantung, Ciamis, Jawa Barat, misalnya, memilih untuk tidak datang ke kampus. Alasannya selain jauh, informasi melalui website dinilai lebih praktis dan menghemat biaya. “Saya cukup mengakses website dan itu sudah memadai. Alhamdulillah, ketiga peserta didik saya diterima,” ujarnya saat dihubungi melalui saluran telepon. Peserta dari MAN Cijantung, menurut Amrullah, termasuk yang selalu banyak diterima melalui jalur PMDK setiap tahunnya.

Meski demikian beberapa peserta yang tinggal di sekitar kawasan Jabotabek, justru lebih memilih datang ke kampus. Alasan mereka selain terjangkau juga agar tak mengundang rasa penasaran. “Saya sejak pagi buta sudah ada di kampus. Begitu melihat di papan pengumuman, nama saya pun tercantum,” kata Kiki Ulfah, peserta yang diterima di Jurusan Jurnalistik Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi, seraya tersenyum.

Calon mahasiswa baru melalui PMDK setiap tahunnya cukup “bersaing” ketat. Hal itu terlihat dari jumlah peminat yang cukup besar, bahkan beberapa sekolah sempat mengajukan permintaan untuk menambah kuota. Ketua PMB PMDK Drs H Abd Shomad MA menyebutkan, jumlah kuota jalur PMDK tak lebih dari 20 persen dari total seluruh jalur seleksi. Kuota terbesar, 40 persen, disediakan pada jalur Ujian Mandiri yang akan digelar mulai awal Mei mendatang.

Menurut Abd Shomad, ketentuan penerimaan jalur PMDK setiap sekolah hanya boleh mengirim tiga dari 10 siswa terbaik. Ketentuan lain peserta tak boleh memilih lebih dari satu prodi yang ditawarkan. Dengan demikian kesempatan setiap peserta sangat bergantung pada dua hal, jumlah kuota dan “persaingan” memilih prodi.

Persaingan cukup wajar mengingat tahun ini jumlah sekolah yang mendaftar terbilang banyak. “Kami mengirim lebih dari 100 undangan ke sekolah-sekolah unggulan di seluruh Indonesia,” kata Drs Abdul Aziz Hasibuan MPd, Koordinator Jalur PMDK. Undangan yang besar itu dilakukan agar peserta dari daerah banyak memperoleh kesempatan kuliah di UIN Jakarta. “Tahun mendatang insya Allah akan lebih banyak lagi sekolah yang diundang,” lanjutnya. (ns)