60 Delegasi Bas Belia MABIMS Kunjungi UIN Jakarta

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Ruang Diorama, BERITA UIN Online– Sebanyak  60 orang delegasi Bas Belia MABIMS (Menteri Agama Brunai Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura) mengunjungi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Selasa (27/9).

Mereka diterima Rektor UIN Jakarta Prof Dr Komaruddin Hidayat, Pembantu Rektor Bidang Akademik Prof Dr M Matsna MS MA, Direktur International Office Yeni Ratna Yuningsih Ph.D, dan tim Humas.

Bas Belia MABIMS merupakan kegiatan bersama yang disepakati oleh Kementerian Agama empat negara. Selain bersilaturahim dengan pimpinan UIN Jakarta, mereka juga memperoleh berbagai informasi dan berdialog  tentang perkembangan UIN Jakarta.

Rektor dalam sambutannya menjelaskan, kunjungan Bas Belia MABIMS ke UIN Jakarta sangat tepat. Alasannya, di kampus yang terletak di bilangan Ciputat ini para delegasi dapat mendapatkan informasi tentang perkembangan Islam di Indonesia. “Di kampus ini para delegasi dapat memperoleh berbagai informasi tentang Islam Indonesia. UIN Jakarta adalah jendela informasi tentang muslim terbesar di dunia,” ujar Rektor.

Dijelaskannya, posisi muslim Indonesia sebagai warga mayoritas layak dikaji dari berbagai aspek. Secara historis, sosiologis, dan politik, empat negara anggota MABIMS mempunyai keunikan tersendiri. Namun, kenapa Islam di Indonesia justru menjadi bagian terbesar di dunia.

“Islam di Indonesia itu didakwahkan melalui jalur sufi dan dagang. Makanya Islam mudah diterima. Padahal, ketika itu Budha dan Hindu menjadi kekuatan penting di Nusantara ini,” papar dia.

Bas Belia MABIMS 2011 bertemakan “Perkokoh Iman, Pererat Tali Persaudaraan, Menyebar Ihsan”, dan   berlangsung dari 25 September hingga 6 Oktober 2011.

Tahun ini, delegasi  memulai ekspedisi dari Jakarta – Yogyakarta – Guntur – Malang – Bali – Lombok. Selama perjalanan mereka akan melakukan berbagai kegiatan positif, antara lain, kunjungan ke sejumlah lembaga pendidikan agama di Indonesia, seperti ke kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, dan sejumlah pondok pesantren di Jawa Timur, Bali, dan Lombok.

Selain itu juga diselenggarakan bakti sosial (Baksos) berupa pemberian sembako kepada 600 korban bencana Gunung Merapi di Yogyakarta, dan untuk 200 keluarga miskin di Lombok. “Baksos juga untuk memperbaiki madrasah yang rusak di Gili Air, serta memperbaiki masjid di Gili Trawangan, Nusa Tenggara Barat,” kata Menag RI Suryadharma Ali.

Menag berharap, kegiatan Bas Belia MABIMS kali ini dapat menjadikan  Indonesia dikenal lebih dekat oleh negara-negara jiran sebagai negara yang banyak keunikan dan bercita positif. “Mudah-mudahan mereka setelah pulang ke negara masing-masing nantinya akan bercerita tentang Indonesia yang dilihatnya. Tentang budaya dan keindahan alamnya, serta hal-hal yang positif lainnya mengenai negeri ini,” harap Suryadharma. (saifudin)