Gedung Rektorat, BERITA UIN Online – Sebanyak 6.700 dari 150.000 peserta dipastikan akan mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (PTKIN) melalui jalur Ujian Masuk (UM) PTKIN yang akan digelar, Selasa (22/5/2018) besok di kampus UIN Jakarta. Seleksi tersebut digelar serentak di semua kampus PTKIN (UIN/IAIN/STAIN) di seluruh Indonesia.

Seleksi di UIN Jakarta akan digelar pada pukul 07.30 hingga pukul 13.30 WIB untuk kelompok IPA dan IPS. Sedangkan kelompok IPC (campuran), seleksi dimulai pukul 07.30 hingga pukul 14.30 WIB. Seleksi dilakukan melalui sistem paper base test (PBT) atau ujian tulis dan computer base test (CBT) atau ujian menggunakan perangkat komputer.

Persiapan seleksi mulai hari ini terus dilakukan oleh panitia. Persiapan meliputi briefing para pengawas dan pemasangan nomor ujian di tiap gedung atau lokasi ujian. Sedikitnya ada lebih dari 13 titik lokasi yang dijadikan sebagai ruang seleksi sistem PBT. Adapun seleksi sistem CBT panitia menyediakan tiga titik lokasi, yaitu di gedung Pusat Laboratorium Terpadu (PLT), gedung Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (Pustiknas), dan Laboratorium Fakultas Kedokteran dan Fakultas Ilmu Kesehatan. Pelaksanaan seleksi UM PTKIN ini melibatkan sedikitnya 400 tenaga pengawas,baik dari unsur dosen maupun karyawan.

Berdasarkan catatan, pendaftar yang memilih UIN Jakarta hingga pendaftaran ditutup pada 8 Mei 2018 mencapai lebih dari 20.000 peserta. Program studi yang paling diminati pada pilihan pertama adalah Komunikasi Penyiaran Islam sebanyak 837 peserta dan Ekonomi Syariah sebanyak 823 peserta. Kemudian pada pilihan kedua, program studi yang diminati adalah Ekonomi Syariah sebanyak 576 peserta. Sedangkan pada pilihan ketiga, program studi yang diminati adalah Perbankan Syariah sebanyak 447 peserta dan Komunikasi Penyiaran Islam sebanyak 433 peserta.

Kepala Biro Administrasi Akadademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama Zaenal Arifin pada pengarahan kepada para pengawas yang digelar di Auditorium Harun Nasution meminta para pengawas agar memberikan pelayanan sebaik-baiknya. Sebab, pelayanan yang baik akan memberikan citra positif bagi UIN Jakarta.

“Layani peserta yang datang dengan senyum. Tanya kesulitannya di mana dan berikan informasi yang benar,” katanya. (ns)

Share This