59 Siswa Ar Risalah Padang Kunjungi UIN Jakarta

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Ruang Diorama, BERITA UIN Online–Minat masyarakat Indonesia untuk melanjutkan kuliah di UIN Jakarta kian bertambah.  Untuk kepentingan itu, 59 siswa/i  bersama empat dewan guru Madrasah Aliyah (MA) Perguruan Ar Risalah, Padang, bertandang ke UIN Jakarta.

“Maksud kami datang ke sini (UIN Jakarta, red) untuk mencarai informasi dan melihat langsung. Karena kami melihat di sini ilmu-ilmu agama dan ilmu-ilmu umum diberikan,” ujar Ustadz Muhammad Soleh Zulfahmi Lc MA selaku Kepala Perguruan.

Diakuinya, beberapa alumni Ar Risalah telah diterima di UIN Jakarta. Di antara mereka ada yang diterima melalui jalur beasiswa Kementerian Agama (Kemenag). Kendati begitu, bagi  siswa/i Ar Risalah  informasi lengkap tentang UIN Jakarta masih diperlukan.

Karenanya, berbagai pertanyaan mereka sampaikan kepada tim Humas UIN Jakarta yang mendampingi mereka selama berada di UIN Jakarta. “Apa bedanya program regular dan internasional,” tanya Ihsan, siswa kelas XII IPA.

Tak mau ketinggalan dengan rekannya itu, Fadli, siswa kelas XII, bertanya,”Beasiswa apa saja yang diberikan UIN?” “Apakah ada beasiswa yang dihentikan di tengah jalan,?” tanya siswa yang lain. “Lalu bagaimana agar bisa masuk asrama?” Selain pertanyaan-pertanyaan di atas, muncul pula pelbagai pertanyaan lain seputar prospek kuliah di UIN Jakarta,  jalur masuk UIN Jakarta, dan sebagainya.

Menurutnya, pihaknya sengaja datang ke UIN Jakarta untuk study tour ke kampus-kampus yang selama ini menjadi pilihan atau rujukan para siswa/i yang ingin melanjutkan kuliah.  Yakni, UIN Jakarta, LIPIA, ITB, dan UPI.

Selain berdialog tentang UIN Jakarta, para tamu itu juga berkunjung ke Laboratorium Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK). Di fakultas yang terletak di kawasan Jalan Kertamukti itu, Pisangan, Ciputat,  mereka melihat langsung pelbagai laboratorium yang dimiliki FKIK UIN Jakarta. “ Alhamdulilah, kami senang melihat labnya,” ujar salah seorang dari mereka. (Saifudin)