48 PT dan Pesantren Ikuti Lomba Pidato Bahasa Arab

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

AULA MADYA, BERITA UIN  Online– Sebanyak 48 perguruan tinggi, pesantren dan Madrasah Aliyah (MA) se-Jawa mengikuti lomba pidato Bahasa Arab pada acara Al’-Arabiyah li al-Funun (ALF) di Aula Madya, Selasa (9/4/2013).

Beberapa perguruan tinggi dan pesantren yang ikut serta pada acara tersebut, antara lain UIN Jakarta, Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Pesantren Tinggi Darus Sunah, MA Islamiyah, dan lain-lainnya.

Menurut panitia pelaksana, Siti Miftahatul Hidayah, sebenarnya jumlah perguruan tinggi, pesantren dan MA yang mendaftar hampir 60-an lembaga pendidikan. “Tapi sampai hari pelaksanaan hanya 48 kampus, pesantren dan yang sederajat yang ikut lomba,” katanya.

Untuk mengikuti lomba ini, tuturnya, setiap lembaga pendidikan hanya boleh mengirimkan dua utusan. “Minimal satu utusan. Tiap utusan membayar biaya adminstrasi Rp 50 ribu sebagai bukti keseriusan peserta,” imbuhnya.

Pada lomba kali ini terdapat lima tema pidato yang harus dipilih oleh tiap peserta, yaitu, Syabb al-Yaum wa Rijal al-Ghadd, Atsar al-Hadlarah al-Gharbiyah fi al-Hadlarah al-Mahaliyah, al-Iqtida’ bi al-Rasul SAW li Kaunihi Uswah Hasanah li al-Muslimin, Atsar al-Huriyah al-Fikriyah fi al-Hifdz ‘ala Ashalah al-Din, dan Dawr al-Lughah al-’Arabiyah fi Tathwir al-Syu’un al-Tarbawiyah. “Peserta bebas memilih salah satu tema itu,” ujarnya.

Dalam penyampaian materi pidato, sambung mahasiswa semester IV Jurusan Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Jakarta itu, peserta diberikan waktu selama 7 menit. “Karena itu peserta mesti pandai menyampaikan isi materi dan pendahuluannya,” saran dia.

Ditegaskannya, sistem penilaian perlombaan menggunakan sistem gugur. Dengan demikian, mereka yang nilainya tertinggi, otomatis akan jadi juara. “Tidak ada babak penyisihan atau semi final. Juri hanya mencari tiga terbaik dari peserta lomba. Mereka itulah yang jadi juara,” sambungnya.

Mereka yang bertindak sebagai juri adalah sejumlah dosen Jurusan PBA, antara lain, Ubaid Ridlo MA, A Royani MHum, dan Siti Uryanah MA.

Hidayah menambahkan, perhelatan ini merupakan kegiatan rutin tahunan yang diselenggarakan Jurusan PBA. Sebelumnya kegiatan ini bernama Pekan Bahasa Dan Seni Arab (PARAB). Selain lomba pidato Bahasa Arab, lomba marawis dan tilawatil al-Qur’an, serta  bazar busana musllim dan makanan, juga turut memeriahkan kegiatan ini. (D Antariksa/Saifudin)