4.680 Mahasiswa UIN Jakarta Terima BKM

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Jamilah

 

Gedung Rektorat, UINJKT OnlineSebanyak 4.680 mahasiswa UIN Jakarta akan menerima Bantuan Khusus Mahasiswa (BKM) dari pemerintah sebesar Rp 500 ribu per orang. Dana tersebut berasal dari APBN yang disalurkan ke perguruan tinggi negeri dan swasta di seluruh Indonesia.

“Negara menganggarkan beasiswa untuk seluruh perguruan tinggi di Indonesia. UIN Jakarta sendiri, diberi jatah 4.680 mahasiwa. Dari setiap mahasiswa itu, akan mendapat bantuan sebesar 500 ribu rupiah,” kata Kepala Bangian Kemahasiswaan Drs Nurul Jamali MSi kepada UINJKT Online di ruang kerjanya, Senin (5/1).

 

Mahasiswa yang berminat, lanjut Jamali, dipersilakan mendaftar ke fakultas masing-masing dengan menyertakan sejumlah persyaratan, di antaranya foto kopi KTP, foto kopi KTM, Nomor Indeks Mahasiswa (NIM), memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 2,75 dan tidak sedang menerima beasiswa dari instansi mana pun. Semua ketentuan itu harus diajukan ke fakultas masing-masing paling lambat 10 Februari 2009. Mahasiswa yang lolos seleksi akan diumumkan dan dana beasiswa akan disalurkan melalui Bank Rakyat Indonesia (BRI).

“Ini merupakan kali pertama negara memberikan anggaran beasiswa untuk UIN Jakarta selain dari dana Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) selama tiga tahun belakangan,” tambah Jamali.


Selama ini UIN Jakarta rutin mendapat beasiswa untuk mahasiswa dari sejumlah instansi seperti Gudang Garam, Supersemar, Bank Rakyat Indonesia (BRI), dan Bank Indonesia (BI).


Meski dari segi kuota terbilang banyak, namun menurut Jamal, pihaknya sulit memenuhi kuota tersebut. “Hal ini terjadi karena tidak seriusnya fakultas dalam menangani masalah ini,” tandas Jamali.

 

Kejadian itu juga pada akhirnya memaksa bagian kemahasiswaan untuk turun tangan mencarikan mahasiswa yang layak mendapat bantuan. “Kami biasanya mencari mahasiswa yang berprestasi baik di bidang akademik maupun organisasi yang telah mengharumkan nama UIN Jakarta. Seharusnya setiap fakultas memiliki data mahasiswa yang dianggap layak menerima bantuan,” tambah Jamali. []

4.680 Mahasiswa UIN Jakarta Terima BKM

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Jamilah

 

Gedung Rektorat, UINJKT OnlineSebanyak 4.680 mahasiswa UIN Jakarta akan menerima Bantuan Khusus Mahasiswa (BKM) dari pemerintah sebesar Rp 500 ribu per orang. Dana tersebut berasal dari APBN yang disalurkan ke perguruan tinggi negeri dan swasta di seluruh Indonesia.

“Negara menganggarkan beasiswa untuk seluruh perguruan tinggi di Indonesia. UIN Jakarta sendiri, diberi jatah 4.680 mahasiwa. Dari setiap mahasiswa itu, akan mendapat bantuan sebesar 500 ribu rupiah,” kata Kepala Bangian Kemahasiswaan Drs Nurul Jamali MSi kepada UINJKT Online di ruang kerjanya, Senin (5/1).

 

Mahasiswa yang berminat, lanjut Jamali, dipersilakan mendaftar ke fakultas masing-masing dengan menyertakan sejumlah persyaratan, di antaranya foto kopi KTP, foto kopi KTM, Nomor Indeks Mahasiswa (NIM), memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 2,75 dan tidak sedang menerima beasiswa dari instansi mana pun. Semua ketentuan itu harus diajukan ke fakultas masing-masing paling lambat 10 Februari 2009. Mahasiswa yang lolos seleksi akan diumumkan dan dana beasiswa akan disalurkan melalui Bank Rakyat Indonesia (BRI).

“Ini merupakan kali pertama negara memberikan anggaran beasiswa untuk UIN Jakarta selain dari dana Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) selama tiga tahun belakangan,” tambah Jamali.


Selama ini UIN Jakarta rutin mendapat beasiswa untuk mahasiswa dari sejumlah instansi seperti Gudang Garam, Supersemar, Bank Rakyat Indonesia (BRI), dan Bank Indonesia (BI).


Meski dari segi kuota terbilang banyak, namun menurut Jamal, pihaknya sulit memenuhi kuota tersebut. “Hal ini terjadi karena tidak seriusnya fakultas dalam menangani masalah ini,” tandas Jamali.

 

Kejadian itu juga pada akhirnya memaksa bagian kemahasiswaan untuk turun tangan mencarikan mahasiswa yang layak mendapat bantuan. “Kami biasanya mencari mahasiswa yang berprestasi baik di bidang akademik maupun organisasi yang telah mengharumkan nama UIN Jakarta. Seharusnya setiap fakultas memiliki data mahasiswa yang dianggap layak menerima bantuan,” tambah Jamali. []