logoscopusGedung Akademik, BERITA UIN Online – Sebanyak 32 artikel ilmiah dosen dan dua pustakawan masuk ke dalam daftar database abstrak berbasis online¸ Scopus. Karya-karya ilmiah itu meliputi berbagai bidang keilmuan sesuai kompetensi atau kapasitas masing-masing.

Kepala Bagian Kepegawaian Kuswara MSi kepada BERITA UIN Online di Gedung Akademik, Rabu (21/12/2016), mengatakan, karya-karya dosen itu merupakan hasil riset penulisnya yang ditulis sesuai standar penulisan karya ilmiah yang berlaku secara internasional. Karya-karya mereka dimuat di berbagai jurnal ilmiah nasional dan internasional serta kini masuk ke dalam pusat data terindeks Scopus.

“Karya tersebut merupakan naskah akademik yang sudah dimuat di jurnal ilmiah terakreditasi, baik nasional maupun internasional,” ujarnya.

Dari 34 artikel ilmiah yang masuk indeks Scopus, dua di antaranya berasal dari karya tenaga pustakawan di Perpustakaan Pusat UIN Jakarta. Dua artikel ilmiah itu masing-masing karya Ulfah Handayani MHum berjudul Traditional Knowledge on Malaria of Gayo People in Central Aceh, Indonesia (dimuat di jurnal Journal Studies on Ethno-Medicine, Vol. 10, No. 4 edisi Oktober 2016) dan karya Agus Rifai MAg berjudul Exploring User Expectancy with Regard to the Use of Institusional Repositories Among University Academic in Indonesia: A Case at Syarif Hidayatullah State Islamic University (dimuat di jurnal Departement of Library and Information Science, International Islamic University Malaysia tahun 2016).

Sedangkan 32 artikel ilmiah dosen yang terindeks Scopus, tiga judul di antaranya karya Dr Ujang Maman (dosen Fakultas Sains dan Teknologi), Dr Masykur Hakim (dosen Fakultas Ushuluddin, 2 judul), Puteri Amelia M.Farm (dosen Fakultas Ilmu Kedokteran dan Hukum, 2 judul), Dr Dwi Nanto (dosen Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, 5 judul), dan karya Dr Amilin (dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis, 4 judul). Adapun artikel ilmiah dosen lain masing-masing termuat hanya satu judul, di antaranya karya Dr Media Zaenul Bahri (dosen FU), Dr Amelia Fauzia (dosen FAH), Kusmana MA (dosen FU), dan Dr Megga Ratnasari Pikoli (dosen FST). (ns)

Share This