31 Mahasiswa International Ikuti Orientasi Day

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter:  Hamzah Farihin

Diorama, UIN Online - Sebanyak 31 mahasiswa international mengikuti Orientasi Day yang berlangsung di Ruang Diorama, Selasa hingga Rabu (28-29/9). Mereka berasal dari berbagai negara seperti Malaysia (9 orang), Filipina (3 orang), Singapura (1 orang), Thailand (6 orang), dan Timur Leste (12 orang).

“Namun jumlah ini akan bertambah mengingat masih adanya sejumlah mahasiswa yang masih dalam proses registrasi atau belum mendapatkan nomor NIM di antaranya dari Thailand (5 orang) dan Madagaskar (10 orang),” ucap ketua panitia Orientasi Day Ubaid Ridlo MA saat ditemui UIN Online di ruang kerjanya, International Office, Rektorat Lantai 1, Selasa (28/9).

Dalam sambutan, Pembantu Rektor Bidang Pengembangan Lembaga Dr Sudarnoto Abdul Hakim MA mengucapkan selamat datang kepada para mahasiswa internasional di kampus UIN Jakarta. Ia menegaskan, mahasiswa international sekarang sudah menjadi bagian dari keluarga besar UIN Jakarta. Karena itu, pihaknya dengan senang hati menyambut para mahasiswa dengan mengadakan orientasi day, sehingga mahasiswa internasional dapat mengenal UIN Jakarta secara lebih dekat.

Selain itu, Sudarnoto juga menceritakan pengalamannya semasa kuliah di luar negeri, terkait ide-idenya dapat melanjutkan kuliah di luar negeri , dan tata cara mendapatkan beasiswa.

Selama masa orientasi day, mereka dibekali dengan pengetahuan dalam bidang akademik, kemahasiswaan, keimigrasian, pengenalan UKM,  kehidupan mahasiswa, dialog bersama rektor dan kunjungan ke Toko buku Mizan, dan Bank Mandiri.

Selama masa orientasi day dan selanjutnya tambah dia, mereka akan di tampung di Asrama Putra dan Asrama Putri selama dua tahun. Hal ini dilakukan dikarenakan masih baru dan belum memahami lingkungan, namun jika mereka sudah banyak teman dan paham lingkungan mereka biasanya mengikuti kakak kelasnya yang indekos di sekitar UIN Jakarta.

Selain itu, lanjut dia, tempat penampungan Asrama Putra dan Asrama Putri hanya mampu menampung sekitar 50 orang (25 putra dan 25 putri). Tetapi ada pengecualian jika ada mahasiswa yang mau dan lulus seleksi untuk menjadi kiai, akan ditempatkan di Ma’had Ali. Namun syaratnya harus hafal kitab gundul atau kitab  kuning. “Mahasiswa international ini akan aktif memulai awal perkuliahannya minggu depan,” ucap dosen Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan itu. []