30 Calon Peserta Youth Leadership Camp Ikuti Tes Wawancara

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Jamilah

Aula Madya, UINJKT Online Sebanyak 28 mahasiswa UIN Jakarta dan 2 mahasiswa UIN Riau dan UIN Yogyakarta, Selasa (19/8) lalu, mengikuti test wawancara seleksi peserta Youth Leadership Camp 2008 yang akan dilaksanakan di Sidney Australia pada pertengahan Oktober mendatang. Wawancara digelar di Aula Madya dan Ruang Prosesi.

Dari 30 peserta tersebut akan diambil 20 peserta yang akan diberangkatkan ke Australia. Hasil seleksi akan diumumkan seminggu setelah wawancara. Selama di Australia rencananya mereka akan didampingi Rektor UIN Jakarta, Menteri Pemuda dan OLahraga (Menpora), Gubernur Banten, Direktur Indonesian Bureau  of International Affairs (IBIA) dan tim panitia termasuk di dalamnya para pembantu rektor.

Sebelumnya, para peserta tersebut telah memberikan hasil TOEFL minimal 475 dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3 ke atas, sebagai persyaratan untuk mengikuti tes wawancara.

“Di Australia mereka akan diberikan pendidikant tentang manajemen, kunjungan ke berbagai tempat yang ada di Autralia dan mengikuti diskusi-diskusi,” ujar salah satu panitia Youth Leadership Camp, Sutarman. Mereka juga, lanjut Sutarman, akan berada di sana selama dua minggu..

Kegiatan ini digelar atas kerjasama antara UIN Jakarta, Menpora, Gubernur Banten, Departemen Luar Negeri (Deplu), dan  Kedutaan Besar Australia. Kegiatan seperti  ini merupakan yang kedua kalinya setelah sebelumnya mengunjungi Malaysia pada tahun 2007.

“UIN Jakarta berencana akan melakukan kegiatan seperti ini pada tahun-tahun berikutnya. Namun akan lebih dispesifikan ke negara-negara Asia,”  pungkas Sutarman. [Nif/Ed]

30 Calon Peserta Youth Leadership Camp Ikuti Tes Wawancara

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Jamilah

Aula Madya, UINJKT Online Sebanyak 28 mahasiswa UIN Jakarta dan 2 mahasiswa UIN Riau dan UIN Yogyakarta, Selasa (19/8) lalu, mengikuti test wawancara seleksi peserta Youth Leadership Camp 2008 yang akan dilaksanakan di Sidney Australia pada pertengahan Oktober mendatang. Wawancara digelar di Aula Madya dan Ruang Prosesi.

Dari 30 peserta tersebut akan diambil 20 peserta yang akan diberangkatkan ke Australia. Hasil seleksi akan diumumkan seminggu setelah wawancara. Selama di Australia rencananya mereka akan didampingi Rektor UIN Jakarta, Menteri Pemuda dan OLahraga (Menpora), Gubernur Banten, Direktur Indonesian Bureau  of International Affairs (IBIA) dan tim panitia termasuk di dalamnya para pembantu rektor.

Sebelumnya, para peserta tersebut telah memberikan hasil TOEFL minimal 475 dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3 ke atas, sebagai persyaratan untuk mengikuti tes wawancara.

“Di Australia mereka akan diberikan pendidikant tentang manajemen, kunjungan ke berbagai tempat yang ada di Autralia dan mengikuti diskusi-diskusi,” ujar salah satu panitia Youth Leadership Camp, Sutarman. Mereka juga, lanjut Sutarman, akan berada di sana selama dua minggu..

Kegiatan ini digelar atas kerjasama antara UIN Jakarta, Menpora, Gubernur Banten, Departemen Luar Negeri (Deplu), dan  Kedutaan Besar Australia. Kegiatan seperti  ini merupakan yang kedua kalinya setelah sebelumnya mengunjungi Malaysia pada tahun 2007.

“UIN Jakarta berencana akan melakukan kegiatan seperti ini pada tahun-tahun berikutnya. Namun akan lebih dispesifikan ke negara-negara Asia,”  pungkas Sutarman. [Nif/Ed]

30 Calon Peserta Youth Leadership Camp Ikuti Tes Wawancara

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

 Reporter: Jamilah Aula Madya, UINJKT Online Sebanyak 28 mahasiswa UIN Jakarta dan 2 mahasiswa UIN Riau dan UIN Yogyakarta, Selasa (19/8) lalu, mengikuti test wawancara seleksi peserta Youth Leadership Camp 2008 yang akan dilaksanakan di Sidney Australia pada pertengahan Oktober mendatang. Wawancara digelar di Aula Madya dan Ruang Prosesi. Dari 30 peserta tersebut akan diambil 20 peserta yang akan diberangkatkan ke Australia. Hasil seleksi akan diumumkan seminggu setelah wawancara. Selama di Australia rencananya mereka akan didampingi Rektor UIN Jakarta, Menteri Pemuda dan OLahraga (Menpora), Gubernur Banten, Direktur Indonesian Bureau  of International Affairs (IBIA) dan tim panitia termasuk di dalamnya para pembantu rektor. Sebelumnya, para peserta tersebut telah memberikan hasil TOEFL minimal 475 dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3 ke atas, sebagai persyaratan untuk mengikuti tes wawancara. “Di Australia mereka akan diberikan pendidikant tentang manajemen, kunjungan ke berbagai tempat yang ada di Autralia dan mengikuti diskusi-diskusi,” ujar salah satu panitia Youth Leadership Camp, Sutarman. Mereka juga, lanjut Sutarman, akan berada di sana selama dua minggu.. Kegiatan ini digelar atas kerjasama antara UIN Jakarta, Menpora, Gubernur Banten, Departemen Luar Negeri (Deplu), dan  Kedutaan Besar Australia. Kegiatan seperti  ini merupakan yang kedua kalinya setelah sebelumnya mengunjungi Malaysia pada tahun 2007. “UIN Jakarta berencana akan melakukan kegiatan seperti ini pada tahun-tahun berikutnya. Namun akan lebih dispesifikan ke negara-negara Asia,”  pungkas Sutarman. [Nif/Ed]

30 Calon Peserta Youth Leadership Camp Ikuti Tes Wawancara

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

 Reporter: Jamilah Aula Madya, UINJKT Online Sebanyak 28 mahasiswa UIN Jakarta dan 2 mahasiswa UIN Riau dan UIN Yogyakarta, Selasa (19/8) lalu, mengikuti test wawancara seleksi peserta Youth Leadership Camp 2008 yang akan dilaksanakan di Sidney Australia pada pertengahan Oktober mendatang. Wawancara digelar di Aula Madya dan Ruang Prosesi. Dari 30 peserta tersebut akan diambil 20 peserta yang akan diberangkatkan ke Australia. Hasil seleksi akan diumumkan seminggu setelah wawancara. Selama di Australia rencananya mereka akan didampingi Rektor UIN Jakarta, Menteri Pemuda dan OLahraga (Menpora), Gubernur Banten, Direktur Indonesian Bureau  of International Affairs (IBIA) dan tim panitia termasuk di dalamnya para pembantu rektor. Sebelumnya, para peserta tersebut telah memberikan hasil TOEFL minimal 475 dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3 ke atas, sebagai persyaratan untuk mengikuti tes wawancara. “Di Australia mereka akan diberikan pendidikant tentang manajemen, kunjungan ke berbagai tempat yang ada di Autralia dan mengikuti diskusi-diskusi,” ujar salah satu panitia Youth Leadership Camp, Sutarman. Mereka juga, lanjut Sutarman, akan berada di sana selama dua minggu.. Kegiatan ini digelar atas kerjasama antara UIN Jakarta, Menpora, Gubernur Banten, Departemen Luar Negeri (Deplu), dan  Kedutaan Besar Australia. Kegiatan seperti  ini merupakan yang kedua kalinya setelah sebelumnya mengunjungi Malaysia pada tahun 2007. “UIN Jakarta berencana akan melakukan kegiatan seperti ini pada tahun-tahun berikutnya. Namun akan lebih dispesifikan ke negara-negara Asia,”  pungkas Sutarman. [Nif/Ed]