30 BMT Ikuti Sosialisasi Bungkesmas STF UIN Jakarta

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Ruang Diorama, BERITA UIN Online– Sebanyak 30 pengurus Baitul Maal wa Tamwil (BMT) se Jabodetabek mengikuti sosialisasi program Tabungan Kesehatan Masyarakat (Bungkesmas) di ruang Diorama Auditorium Prof Dr Harun Nasution UIN Jakarta pada Kamis, (31/1/13).

Direktur Eksekutif Social Trust Fund (STF) UIN Jakarta, Dr Jamhari Makruf, MA dalam sambutannya mengatakan, pada umumnya masyarakat Indonesia belum begitu menyadari akan pentingnya dan manfaatnya asuransi kesehatan terutama di saat membutuhkan biaya besar untuk pengobatan di rumah sakit.

“Dengan memiliki produk Bungkesmas ini, di samping masyarakat diajak untuk menabung, merekapun dapat keuntungan dengan jaminan kesehatan dan kecelakaan selama satu tahun penuh, sehingga kita dapat bekerja dengan lebih tenang,” ujar Wakil Rektor Bidang Pengembangan Lembaga dan Kerjasama UIN Jakarta sembari tersenyum.

Sementara itu pada kesempatan yang sama, Dr Amelia Fauziah selaku pembicara menjelaskan bahwa dengan mengikuti Bungkemas, maka masyarakat akan mendapatkan banyak manfaat. “Bungkesmas ini adalah sebuah produk simpanan plus asuransi kesehatan dan kecelakaan didesain khusus untuk BMT, koperasi, dan atau lembaga sejenis,” ujar wanita yang juga sebagai Sekretaris STF UIN Jakarta itu.

Produk Bungkesmas ini, lanjutnya, berbeda dari yang lain dan menjadi yang pertama di Indonesia karena produk ini menitikberatkan kepada peran sosial di masyarakat, terutama bagi pekerja informal, seperti pegawai swasta, pengusaha kecil, pedagang, asisten rumah tangga, guru honorer, buruh, dan lain sebagainya.

Amelia menambahkan, dengan membayar sebesar Rp 100.000/tahun, jika anggota BMT mengalami kecelakaan atau sakit, berhak  mendapatkan santunan harian rawat inap rumah sakit, pergantian pembedahan/operasi, santunan meninggal dunia/cacat tetap, santunan pendapatan keluarga jika tertanggung meninggal, dan santunan pemakaman meninggal dunia.

“Syarat utamanya adalah harus menjadi anggota BMT terlebih dahulu dan bersedia membayar premi sebesar Rp 100.000/tahun atau 165.000/tahun untuk anggota pasangan suami istri,” papar dia.

Beberapa perwakilan pengurus BMT se Jabodetabek yang turut hadir, di antaranya BMT Darul Quran Jakarta, BMT Amal Attina Bogor, BMT Mujahidin Tangerang, BMT UGT Sidogiri Depok dan BMT UGT Sidogiri Bekasi. (Muhammad Furqon)