Acara sosialisasi SNMPTN dan SBMPTN 2017 yang digelar di kampus Universitas Indonesia Depok, Jawa Barat, Jumat (27/1/2017). (Foto: Dok Pubdok UIN Jakarta)

Acara sosialisasi SNMPTN dan SBMPTN 2017 yang digelar di kampus Universitas Indonesia Depok, Jawa Barat, Jumat (27/1/2017). (Foto: Dok Pubdok UIN Jakarta)

Depok, BERITA UIN Online – Tiga dari empat perguruan tinggi negeri (PTN) di zona DKI Jakarta (UIN, UI, UPN) menggelar acara sosialisasi bersama tentang proses penerimaan calon mahasiswa baru jalur SNMPTN dan SBMPTN tahun akademik 2017/2018 di kampus Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat, Jumat (27/1/2017). Acara sosialisasi yang dibuka Rektor UI  Prof Dr Ir Muhammad Anis tersebut dihadiri para kepala sekolah tingkat SLTA dan guru bimbingan konseling (BK) se-Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, dan Tangerang Selatan.

Penjelasan informasi teknis tentang penerimaan calon mahasiwa baru jalur SNMPTN dan pengisian Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) secara khusus disampaikan Kepala Humas UI Rifelly Dewi Astuti MM. Sedangkan pemaparan umum dan teknik penerimaan mahasiswa baru jalur SBMPTN dilakukan oleh masing-masing perwakilan dari ketiga PTN, yakni Drs Zaenal Arifin MPd.I (UIN Jakarta), Dr Emil Budiyanto (UI), dan Rudi Ho Purabaya MSi (UPN Veteran Jakarta).

Sosialisasi SNMPTN dan SBMPTN penting disampaikan agar masing-masing stakeholder dapat memahami mengenai teknik dan mekanisme penerimaan mahasiswa baru di kedua jalur tersebut. SNMPTN adalah seleksi masuk melalui jalur prestasi rapot calon mahasiswa, sedangkan SBMPTN adalah seleksi masuk melalui ujian tulis.

“Kedua jalur (SNMPTN dan SBMPTN) ini mekanismenya berbeda. Jadi, masyarakat perlu mengetahui dengan baik agar tidak salah informasi,” kata Kepala Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama UIN Jakarta Drs Zaenal Arifin MPd.I.

Khusus tentang SNMPTN, menurut Refelly, setiap sekolah terlebih dahulu wajib mengisi PDSS yang berisikan rekam jejak kinerja sekolah dan prestasi akademik siswa. Selain itu, calon mahasiswa yang mengikuti jalur ini sekolahnya harus memiliki Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN). Sekolah yang boleh mengikuti jalur SNMPTN tersebut adalah tingkat SMA/SMK/MA atau sederajat dan sekolah Republik Indonesia (SRI) di luar negeri.

“Syarat lain, siswa harus lulusan tahun 2017, memiliki prestasi unggul atau masuk peringkat terbaik di sekolah sesuai tingkat akreditasi sekolahnya,” katanya.

Akreditasi sekolah yang dimaksud adalah akrediasi A sebanyak 50 persen terbaik di sekolahnya, akreditasi B sebesar 30 persen, akreditasi C sebesar 10 persen, dan belum terakreditasi sebesar 5 persen.

Refelly juga menjelaskan, peserta SNMPTN dapat memilih sebanyak dua PTN dengan ketentuan satu PTN yang dipilih harus berada di wilayah provinsi sekolah (SMA/MA) asal peserta, sedangkan PTN lainnya dipilih di luar provinsi sekolah asal peserta. Tetapi jika hanya memilih satu PTN saja, peserta dapat memilih PTN di mana pun di seluruh Indonesia.

“Pendaftar juga boleh memilih tiga program studi. Syaratnya, dua program studi dipilih di satu PTN dan satu program studi lainnya dipilih di PTN mana saja,” jelasnya.

Adapun untuk siswa dari SMK, peserta hanya diizinkan memilih program studi yang relevan dan ditentukan oleh masing-masing PTN.

Sesuai ketentuan Panitia Pusat SNMPTN 2017, jadwal pengisian PDSS dilakukan mulai 14 Januari hingga 10 Februari 2017, verifikasi PDSS mulai 15 Januari hingga 12 Februari 2017, dan pendaftaran mulai 21 Februari hingga 6 Maret 2017. Selanjutnya, pencetakan kartu tanda peserta SNMPTN dilakukan mulai 14 Maret hingga 14 April 2017, proses seleksi mulai 15 Maret hingga 15 April 2017, dan pengumuman hasil seleksi dilakukan pada 26 April 2017. (ns)

Share This