3 Peserta Tunanetra Ikuti SPMB Mandiri

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone


Reporter : Adjri Septiani

Gedung FITK, BERITA UIN OnlineDi antara ribuan peserta yang mengikuti Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) Mandiri UIN Jakarta, tiga orang di antaranya menyandang tunanetra. Untuk dapat mengisi soal ujian mereka pun mendapat bantuan dari panitia. Hal itu terlihat saat ketiganya mengerjakan soal di posko utama gedung Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), Rabu (6/7).

Ketiga penyandang tunanetra itu adalah Tarup Erwin (19) lulusan SMA Muhammadiyah 8 Jakarta, Indaryono (22) lulusan SLB-A Pembina Tingkat Nasional, dan Yudhi Hermawan (19) lulusan SMAN 66 Jakarta. Tarup memilih Program Studi Pendidikan Agama Islam FITK sebagai pilihan pertama, pilihan kedua ia mengambil Program Studi Kesejahteraan Sosial Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fidikom). Sedangkan Yudhi memilih Program Studi Kesejahteraan Sosial Fidikom (pilihan pertama) dan Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (pilihan kedua). Adapun Indaryono memilih Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FITK (pilihan pertama) dan Program Studi Kesejahteraan Sosial Fidikom (pilihan kedua).

Dari materi soal, ketiganya diberikan tidak berbeda dengan peserta lain. Untuk dapat mengerjakan soal-soal tersebut, mereka dibantu panitia penyelenggara dan dua voluntir dari Bravo for Dissabilities. Caranya panitia membacakan soal dan menuliskan jawaban pada lembar jawaban, sementara peserta tunatera hanya memilih di antara 40 soal yang benar.

Indaryono, peserta kelahiran Bengkulu, mengaku mendapat informasi dari temannya tentang keberadaan UIN Jakarta. Karena itu ia pun kemudian mendaftar dan bersaing dengan sekitar 9.000 peserta SPMB Mandiri lain. “Saya memilih UIN Jakarta demi cita-cita melanjutkan kuliah ke perguruan tinggi negeri,” katanya.

Baik Indaryono maupun peserta tunanetra lain, mereka tampaknya optimis dapat lulus seleksi meskipun terdapat kesulitan pada saat mengerjakan soal ujian. “Kesulitan saya pada saat mengerjakan soal Matematika karena harus mengingat angka-angka yang dibacakan,” ungkap Tarup.

Sementara itu, SPMB Mandiri pada hari kedua ini relatif berjalan lancar meskipun masih ada di antara para peserta yang terlambat hadir saat ujian berlangsung. Materi kedua ujian berupa Matematika IPS, IPS Terpadu, Matematika IPA, dan IPA Terpadu.